Kamis, 24 Desember 2015

Inspirasi Cerita Bagian Kedua

Inspirasi Cerita Bagian Kedua
Ahmad Dhani melongo sedih. Ia terkaget. Matanya berkaca-kaca. Kemudian airmatanya menetes di pipi. Ia mencium isteri tercinta. Tak selang berapa lama berlalu, Ahmad Dhani mencucurkan air mata dengan nafas terasa berat. Ia menutupkan telapak tangan ke mukanya. Ia menangis terseguk. Mungkin terdengar hingga radius seratus meter. Tampak di dalam rumah. Orang-orang keheranan. Suara apa ni? Suara yang menyanyat hati. Suara sedih yang mengiris hati. Satu persatu orang yang penasaran keluar rumah untuk mendengar lebih jelas suara apa ini dan dimana asalnya.
'Hai suara siapa nih'
'saya gak tau'
'Coba kamu cek keluar'perintah tokoh masyarakat.
Seorang laki-laki keluar teras rumah, ia mengikuti sumber suara itu. Kemudian ia menunjuk ke dalam rumah Ahmad Dhani. Disini. Segera penduduk sekitar mendatangi rumah Ahmad Dhani. Ada apa. Tampak Ahmad Dhani sambil memeluk anak tercinta menangis di hadapan jasad isteri tercinta. 'Semua ini gara-gara wanita terkutuk itu' teriak Ahmad Dhani menunjuk Mulan Jameela di sebuah foto dalam kamarnya. Warga masyarakat membuka pintu kamar. Kenapa. Istri saya telah meninggal dunia sejak seminggu lalu. Ujar Ahmad Dhani berlumuran muka dengan airmata. Tampak warga di sekitar sedih sedangkan Mulan Jameela gembira. Tokoh masyarakat menempelkan tangan ke dalam detak nadi tangan istri Ahmad lalu ke hidung Maia tapi tidak ada kehidupan. Ia mati seminggu lalu. Apa kaget tokoh masyarakat sekaligus orang terkaya di kampung.
Inspirasi Cerita Bagian Kedua
Ini karena semua salahmu teriak Ahmad kepada kakak, Mulan. Tidak. Saya tidak tahu apa-apa. Setelah divisum ternyata, isteri Ahmad meningal dunia karena kelaparan selama tujuh hari tak makan.
Kesedihan berlangsung lama. Belasungkawa berlangsung lama. Ia kini menjadi pengurus sekaligus Ibu rumahtangga anak tercinta. Ia pun merasakan ada yang ganjil dengan pembunuhan itu. Kenapa masyarakat tidak memberinya makan pada isteri tercinta. Bahkan kakaknya sendiri tidak memberinya makan.
Di dalam rumah Mulan Jameela timbul persekongkolan untuk membunuh Ahmad Dhani karena iri dengki. Dimana Ahmad selalu dimanja dan diberikan apapun yang diinginkannya oleh orangtua. Sedangkan mulan tidak. Lalu ia pun bertekad membunuh ahmad dengan begitu harta warisan ayahanda yang kaya raya akan diperoleh oleh Mulan sepenuhnya sekaligus balas dendam atas kematian anak tercinta. Ayahandanya telah meninggal dunia namun harta warisan tidak sempat untuk dibagikan karena kesibukan Ahmad Dhani.
Pada suatu malam dengan mengendap-endap tiga orang lelaki memakai topeng mendatangi rumah Ahmad Dhani. Mereka masuk melalui para rumah. Setelah berhasil masuk ke dalam rumah lalu menuju kamar, golok salah seorang asing itu terhunus ke atas kemudian dihunjamkan ke atas tubuh yang ditutupi selimut. Tak ada suara jeritan dan darah. Ternyata ia boneka dan bantal yang digulung mirip manusia. Hal itu dilaporkannya kepasa Mulan Jameela. Cepat kejar Ahmad Dhani sampai ia harus mati. Preman bayaran pun mengejar Ahmad Dhani. Tampak Ahmad Dhani mengendarai delman. Ia hendak pergi ke suatu tempat yang jauh. Dikendarai oleh seorang pria bernama Elan sahabatnya. Mau kemana kau? Jalankan saja. Tampak rembulan dimalam hari. Ahmad merasa hidup di bulan merasa amandan tenang. Tuhan bawalah aku untuk tinggal di bulan. Aku ingin hidup dibulan. Karena di bumi orangnya pada jahat.
Itulah Inspirasi Cerita Bagian Kedua.