Selasa, 17 November 2015

13 November 2015 ISIS Teror Prancis



13 November 2015 ISIS Teror Prancis - Salah satu yang menjadi buah bibir masyarakat dunia sekarang ini adalah ISIS. ISIS merupakan singkatan dari Islamic State Iraq Suriah. Yang dalam bahasa Indonesia berarti Negara Islam Irak dan Suriah. Perlu digarisbawahi ternyata dalam pemeluk agama Islam sendiri terdapat perbedaan pendapat mengenai Negara Islam. Dimana ada yang mengatakan perlu Negara Islam di dunia. Dan ada pula yang mengatakan tidak perlu Negara Islam sebab Negara Islam akan muncul dengan sendirinya jika umat Islam di seluruh dunia sudah melaksanakan ajaran Islam secara menyeluruh.

 
13 November 2015 ISIS Teror Prancis
13 November 2015 ISIS Teror Prancis

Pada hari Jumat tanggal 13 November 2015, ISIS dikabarkan meneror Prancis. Ada banyak sasaran yang menjadi objek terror yaitu lapangan sepakbola Stadium De France, Teater Backland, pusat perbelanjaan dan lain sebagainya. Hal ini menimbulkan sebuah ironi, apakah agama Islam menyuruh demikian? Yang menewaskan 130 orang warga sipil dari kalangan anak-anak hingga wanita dan orang lanjut usia yang seringkali mereka tidak berdosa dan tidak tahu apa-apa.

13 November 2015 ISIS Teror Prancis
Penulis teringat pada waktu Rasulullah SAW bersama pasukannya hendak perang. Rasulullah SAW bersabda,”Kita akan menghadapi perang Badar tapi ada perang yang lebih besar selepas ini?”. “Apa itu?” heran para sahabat. “Yakni perang melawan hawa nafsu” ujar Nabi Muhammad SAW. Kemudian Beliau melanjutkan jika kalian berperang jangan merusak tanam-tanaman, tumbuh-tumbuhan, hewan ternak, jangan membunuh dan mengganggu orang yang sedang beribadah di tempat ibadah, jangan membunuh anak-anak, wanita, orang lanjut usia, dan lain-lain. Dari situ sudah jelas bahwa Rasulullah SAW melarang untuk membunuh anak-anak, wanita, dan orang lanjut usia yang tidak berdosa dan tidak terlibat dalam peperangan.

Selanjutnya kita teliti lebih dalam lagi. Apakah di jaman Rasulullah SAW ada sebuah bom bunuh diri? Memang di jaman Rasulullah SAW memungkinkan terjadinya sebuah bom bunuh diri. Namun Rasulullah SAW tidak menyuruh umat Islam atau sahabatnya melakukan itu sedikitpun juga. Paling juga mengutus seorang sahabat untuk menyelusup dalam barisan musuh untuk mengetahui keadaan musuh tanpa membunuh musuh sekaligus bunuh diri. Membunuh musuh pasti mati konyol. Tapi dari situ jelaslah Rasulullah SAW tidak menyuruh membunuh musuh atau bom bunuh diri. Hal ini karena tidak terlepas dari taktik perang Rasulullah SAW yang mencoba meminimalisir terjadinya banyak jatuh korban dalam peperangan. Hal inilah yang kemudian ditiru oleh Negara-negara Barat dalam taktik perang di jaman modern sekarang ini.
 
Mudah-mudahan dengan tulisan ini kaum muslim tersadar agar berjuang menegakkan Islam bukan dengan cara mati konyol. Namun mati dengan syahid terhormat dalam peperangan yang sah. Kita lihat bahwa Rasulullah SAW tidaklah mengadakan ekspansi peperangan tapi kebanyakan bertahan dari serbuan kaum kafirin quraisy. Seperti dalam perang Badar, Uhud, Tabuk, dll. Semoga tanggal 13 November 2015 ISIS Teror Prancis dapat dihentikan segera. Marilah kita berjuang menegakkan Islam di negeri-negeri kafir yang mengusir umat Islam seperti Myanmar agar mereka bersedia menerima Islam dan penganutnya secara hidup berdampingan.

Baca juga :

Bisnis Untung Besar Tanpa Syirik