Jumat, 20 Februari 2015

Bisnis Kuliner Pedas Untung Menggiurkan



Bisnis Kuliner Pedas Untung Menggiurkan - Kota kembang Bandung dikenal sebagai salah satu pusat kuliner di tanah air. Beragam makanan atau kuliner enak hadir di kota ini. Tak jarang orang dari luar daerah datang ke kota kembang hanya untuk menikmati kulinerny yang khas. Salah satu tempat yang menjual kuliner yang khas adalah Toko Serba Lada atau disingkat Toserda miliki Willyhono. Dilihat dari namanya saja sudah bisa ditebak, toko ini khusus menjual penganan yang pedas-pedas. Pria yang akrab disapa Willy ini menuturkan bahwa tempat usahanya ini adalah khusus menjual makanan yang pedas dari beragam jenis makanan. 
 
Bisnis Kuliner Pedas Untung Menggiurkan
Bisnis Kuliner Pedas Untung Menggiurkan (http://www.obatobat.com)
Pada awal usahanya, ia menjajakan produk buatan temannya, yakni hanya berupa satu buah produk : keripik bawang pedas balada. Namun, setelah ia memasarkan produk keripik tersebut ternyata respons masyarakat tanah air atau pasar terhadap produk itu sangat baik. Karena masyarakat Indonesia sebagian besar sangat menyukai makanan pedas. Pria yang dilahirkan tahun 1983 ini, kemudian berdasarkan kenyataan di atas memutuskan untuk mengembangkan usaha menjual makanan pedas. Ia memperbanyak jenis produk jualannya yang berciri khas pedas. 

Willy bermodalkan uang sekitar Rp. 10 juta-Rp.15 juta, kemudian ia mendirikan toko yang khusus menjual berbagai kuliner yang pedas yang berlokasi di Jln. Padjajaran No 4 Kota Bandung. Pria yang baik hati ini memberi nama tokonya dengan nama Toserda atau Toko Serba Lada. Lada merupakan bahasa sunda yang artinya pedas. Kemudian di Toserda yang luas bangunannya 25 meter persegi ini, Willy memperbanyak barang dagangannya seperti keripik pedas, bawang goreng pedas, cokelat pedas, abon pedas, kerupuk pedas, rending pedas sampai sambal pedas. Kepedasannya bermacam-macam dari level satu hingga level enam yang pedas sekali.

Bisnis Kuliner Pedas Untung Menggiurkan
Beragam makanan pedas yang dijual Willy pun dikemas dalam beberapa bentuk ukuran seperti ukuran 300 gram, 100 gram, dan 400 gram. Selain itu, harga yang ditawarkan bervariasi dimulai dari harga Rp.5.000-Rp.59.000. Menurut lelaki alumnus Universitas Parahyangan (UNPAR) Bandung ini, beragam produknya didapatkan dari sejumlah produsen kuliner industri rumahan di wilayah Bandung dan sekitarnya, Medan, Cirebon, Jakarta, Garut, dan Surabaya. 

Pria yang supel ini menuturkan untuk memasok barang dagangannya di Toko Serba Lada, ia menggunakan sistem titip barang dan beli putus. Sebagian barang dagangannya, ia beli langsung dari sejumlah produsen. Dan sebagian barang dagangannya dipasok langsung dengan cara titip barang. Adapun Willy mengambil margin keuntungan sebesar 20 persen dari harga barang tersebut. Untuk masuk ke Toserda ini tidak mudah. Willy sangat selektif dalam memilih dan memilah barang dagangannya. Ia memilih barang dagangannya yang laris manis. 
 
Namun kesuksesan yang diraih Willy sekarang bukanlah soal keberuntungan semata. Untuk mencapai sukses sekarang ini, Willy harus mengalami berbagai kendala dan hambatan usaha. Tetapi berkat tekad kuat yang dimilikinya, sarjana matematika ini mampu mengatasi segala cobaan dan rintangan itu hingga usaha yang dijalani sanggup meraih omzet perbulan sekitar Rp.60 juta-Rp.70 juta dari satu barang. Menurut pengakuannya, karena persaingan yang semakin ketat, sekarang usahanya hanya mampu meraup omzet perbulan sekitar Rp.30 juta.

Sekarang ini Willy hidup bahagia dengan usahanya yang semakin berkembang pesat. Ditanya mengenai karyawannya, ia mengakui karyawannya adalah asset berharga. Oleh karena itu, ia senantiasa menjaga hubungan baik dengan mereka secara kekeluargaan. Untuk saat ini, Willy mempunyai empat orang karyawan yaitu satu orang di bagian toko online, satu karyawan di bagian programmer dan dua orang karyawan di bagian offline. 

Baca juga :

Mengapa Saya Harus Bisnis?