Sabtu, 21 Februari 2015

Bisnis Rumah Makan Cak Asmo



Bisnis Rumah Makan Cak Asmo - Beragam cara orang lakukan untuk meraih sukses. Kesuksesan tidaklah didapatkan secara instant dan mudah. Namun, sebuah keberhasilan membutuhkan sebuah perjuangan yang tak kenal menyerah dan ada harga yang harus dibayar untuk mencapai sebuah keberhasilan. Seseorang dituntut bekerja keras, bekerja cerdas, ulet, dan sabar dalam menapaki jalan yang namanya sukses. Demikian pula yang dialami oleh pria bernama Cak Asmo yang sekarang menjadi salah seorang pengusaha sukses Restoran di Pulau Dewata Bali.
 
Bisnis Rumah Makan Cak Asmo
Bisnis Rumah Makan Cak Asmo (http://www.jogjawae.com)
Pria yang murah senyum ini merantau ke Pulau Bali pada tahun 1992 berniat untuk memperbaiki kondisi ekonomi kehidupannya. Setibanya di pulau Bali, Cak Asmo memulai pekerjaan membantu sang kakak tercinta menjual nasi goreng dan mie goreng memakai gerobak dorong. Pekerjaan tersebut ia lakoni selama kurang lebih enam bulan. Karena akhirnya sang kakak tercinta memberinya sebuah gerobak dorong kepada Cak Asmo agar ia mampu berjualan secara mandiri. Pria lulusan SMA itu menerima pemberian sang kakak dengan suka cita. Sejak saat itulah, ia mulai menjadi pedagang nasi goreng dan mie goreng secara mandiri.

Kemudian, Cak Asmo mulai memilih mangkal atau menjajakan jualannya di depan Universitas Udayana Sudirman Pulau Bali. Sehingga kebanyakan konsumennya adalah para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di kampus tersebut. Karena persaingan semakin ketat, Cak Asmo bermaksud mengembangkan usahanya, lalu ia berpindah tempat menjajakan dagangannya ke tempat yang lebih strategis tepatnya di depan sebuah toko. Namun hal itu berlangsung tidak lama. Disebabkan, Cak Asmo hanya menumpang di tempat tersebut, maka ia terpaksa harus rela tatkala tempat mangkalnya digusur oleh Satpol PP.

Nasib yang ia terima dalam kehidupannya sangat memberatkan jiwanya. Namun Cak Asmo mempunyai iman yang kuat dan ia selalu berdoa kepada Tuhan agar selalu diberikan jalan keluar dan kemudahan dalam mencari rezeki. Tuhan memperkenankan doa Cak Asmo. Dimana seminggu setelah ia berdoa, pria yang supel ini mendapatkan sebuah ruko pemberian cuma-cuma dari salah seorang sahabatnya satu gereja. Sahabat satu gerejanya ini memberikan ruko gratis supaya Cak Asmo dapat berjualan nasi goreng di sana dengan lebih leluasa di tempat strategis.

Bisnis Rumah Makan Cak Asmo
Pada tahun 2007 di ruko tersebut, Cak Asmo mendirikan sebuah rumah makan yang menyediakan berbagai menu. Ternyata respon masyarakat Bali terhadap rumah makannya sangat baik. Rumah makan milik Cak Asmo selalu dipenuhi pengunjung. Hal tersebut membuat bisnis rumah makan pria baik hati ini mengalami perkembangan kemajuan yang sangat pesat. Rumah makan kecilnya selalu dipenuhi para wisatawan maupun masyarakat Bali. Hal itu tidak terlepas dari kiprah Cak Asmo yang senantiasa menghadirkan menu-menu baru di restoran kecilnya. 

Kesuksesan yang diterima Cak Asmo tidak membuatnya berbangga diri. Justeru ia semakin rendah hati. Dan keberhasilan bisnis rumah makannya membuat ia semakin terpacu untuk membuka usaha rumah makan di tempat lain. Namun, cobaan kembali menghadang jalan kehidupannya. Rumah makan keduanya terkena musibah kebakaran sehingga barang-barang di dalamnya ludes terbakar. Akan tetapi, hal itu tidak membuat Cak Asmo putus asa. Ia semakin kuat sejak kejadian tersebut. Dengan perlahan-lahan, ia mulai bisa mendirikan kembali rumah makan yang keduanya tersebut hingga sukses sebagaimana usaha rumah makan yang pertama.

Ditanya mengenai kunci suksesnya, Cak Asmo menuturkan bahwa salah satu kunci sukses usaha rumah makannya adalah ia menetapkan harga yang sangat terjangkau bagi segala kalangan manapun. Usaha rumah makan yang dimiliki Cak Asmo mempunyai motto tersendiri yakni Cita Rasa Bos, Kantong Anak Kost. Hal inilah yang membuat usaha rumah makan kecilnya selalu dipadati banyak orang. Sebab selain masakannya enak, harganya pun sangat terjangkau bagi semua kalangan. 

Sekarang Cak Asmo menjadi pengusaha rumah makan yang sukses di pulau dewata Bali. Pria yang pernah berjualan nasi goreng secara keliling ini mempunyai sebanyak 60 karyawan. Dan ia selalu menjaga hubungan baik dengan para karyawannya melalui sistem kekeluargaan.
Demikianlah yang bisa saya sampaikan mengenai kisah Bisnis Rumah Makan Cak Asmo. Semoga bermanfaat dan berguna bagi para pembaca agar terlecut semangatnya agar dapat menjalankan sebuah usaha yang dapat mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga. Selamat wirausaha! Semoga sukses!

Baca juga :

Bisnis Rumahan Di Tahun 2015