Kamis, 02 April 2015

Sukses Bisnis Kerupuk Singkong Walau Cacat Kaki



Sukses Bisnis Kerupuk Singkong Walau Cacat Kaki - Kesuksesan memang tidak pandang bulu. Ia akan hinggap pada siapa saja yang memiliki kegigihan, tahan banting, pantang menyerah, pekerja keras, ulet, sabar, rajin, tekun dan lain sebagainya. Walaupun dalam kondisi cacat pun seseorang bisa sukses. Hal itu pulalah yang dialami oleh pria bernama Sidik. Anak keenam dari sepuluh saudara ini sudah terlahir dalam keadaan cacat kaki. Namun hal itu tidak membuatnya minder dan bersedih, justeru ia senantiasa bersyukur kepada Allah SWT di tengah keterbatasannya tersebut. Dengan cacat kakinya, ternyata ia mampu menjelma menjadi orang sukses di bisnis pembuatan kerupuk singkong mengalahkan orang-orang normal sekalipun.
 
Sukses Bisnis Kerupuk Singkong Walau Cacat Kaki
Sukses Bisnis Kerupuk Singkong Walau Cacat Kaki (http://www.resepcaramasak.com)
Sidik dilahirkan dalam sebuah lingkungan keluarga yang teramat miskin. Hal ini dikarenakan kedua orangtuanya hanya mengandalkan penghasilan dari warung kecil satu-satunya yang dimiliki terletak di depan rumah sebagai alat memenuhi kebutuhan keluarga. Hal itu tentu saja tidak mencukupi. Namun di tengah keterbatasan tersebut, mereka tetap sabar dan gigih berusaha memperbaiki kondisi dan nasib hidupnya. Pada suatu waktu, seorang perempuan pemilik warung kecil itu bermimpi akan melahirkan seorang anak dalam keadaan cacat tapi justeru anak tersebut akan mendatangkan keuntungan dan keberkahan dalam keluarga. Benar saja, selepas anak itu lahir yang kemudian diberi nama Sidik, ayahanda tercinta Sidik memperoleh sebuah pekerjaan tetap hingga mampu membiayai seluruh pendidikan anak-anak tercintanya sampai tingkat SMA.

Jika kebanyakan para penyandang cacat menjalankan profesi menjadi peminta-minta atau pengemis mengandalkan belas kasihan orang, justeru hal ini berbeda dengan Sidik. Ia memiliki mental yang kuat untuk tidak pernah merepotkan orang lain dengan cara mengemis dan mengandalkan belas kasihan orang. Walau dengan cacat kaki, ia merasa mampu untuk membiayai hidupnya secara mandiri dan terhormat. Mental tersebut sudah dimilikinya sejak kecil sehingga ia tidak mau digendong ataupun dipapah. Ia ingin sukses berkat kerja kerasnya walaupun Sidik dilahirkan tanpa mempunyai kedua kaki di mulai dari pangkal paha. Praktis tubuhnya tampak separuh. Untuk bisa berjalan, ia seringkali menyeret tubuhnya dengan mengayunkan kedua tangan. Namun setelah memiliki kursi roda, ia menjadi lebih ringan dan mudah dalam bepergian.

Sukses Bisnis Kerupuk Singkong Walau Cacat Kaki
Saat-saat membahagiakan terjadi dalam kehidupan Sidik tepatnya tahun 1992, dimana pada tahun tersebut pria yang supel ini menikahi gadis idamannya, Siti Rahmah sesama penyandang cacat. Pesta pernikahan berlangsung sederhana dan dipenuhi suka cita dan kegembiraan di wajah pasangan pengantin. Kemudian, dari pernikahan tersebut lahirlah 3 anak berjenis kelamin wanita yang normal dan sehat. Namun, Tuhan berkehendak lain, anak kedua mereka bernasib nahas yakni meninggal dunia pada waktu kecelakaan.

Untuk menghidupi keluarga tercintanya, Sidik bekerja di Yayasan Swa Prasidya Purna. Bertahun-tahun lamanya ia bekerja di sana. Namun karena kariernya tidak mengalami kemajuan berarti dan tidak menghasilkan uang yang memadai bagi keluarga maka pria ramah ini memutuskan keluar dari pekerjaannya itu dan memilih pekerjaan lain yang lebih menjanjikan dan menguntungkan bagi diri dan keluarganya.

Sidik pun melamar kerja sebagai staf personalia pada sebuah perusahaan kontraktor. Hal yang patut ia syukuri, ternyata pria lulusan diploma tiga ini diterima bekerja di perusahaan elit tersebut. Berselang waktu, pada tahun 1998, krisis moneter dan ekonomi dialami negara Indonesia sehingga banyak perusahaan yang mengalami bangkrut atau gulung tikar termasuk perusahaan tempat Sidik bekerja yang terpaksa tutup karena bangkrut. Sidik pun diberhentikan dari pekerjaannya.

Tak betah berlama-lama menyandang status sebagai pengangguran, pria cerdas ini mengikuti berbagai pelatihan ataupun kursus-kursus ketrampilan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta bagi para penyandang cacat. Dan salah satu pelatihan keterampilan yang paling diminatinya adalah pelatihan membikin kerupuk dari singkong. Bermodalkan uang sebesar Rp 1 juta dari sumbangan Pemerintah DKI Jakarta, Sidik bersama istri tercinta memulai usaha pembuatan kerupuk dari singkong. Usahanya ternyata berkembang sangat pesat sehingga ia mampu mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari dari usaha pembuatan kerupuk singkong tersebut.

Itulah kisah Sukses Bisnis Kerupuk Singkong Walau Cacat Kaki. Mudah-mudahan tulisan ini dapat memberikan dorongan kepada para pembaca yang normal-normal bahwasanya orang cacat kaki pun bisa sukses apalagi orang normal seperti kita, pastinya bisa lebih sukses daripada mereka. Yang diperlukan adalah kerja keras, tahan banting, pantang menyerah, ulet dan sabar serta tak lupa senantiasa berdoa kepada Allah SWT.

Baca juga : 

Usaha Singkong Keju Meletus Menjanjikan