Selasa, 03 Maret 2015

Rusdi Raisa, Sukses Bisnis Kerajinan Kulit



Rusdi Raisa, Sukses Bisnis Kerajinan Kulit - Kesuksesan adalah hak setiap orang baik laki-laki maupun perempuan, orang tua, remaja, maupun masih anak-anak, orang miskin maupun orang kaya. Semua itu memiliki hak sama untuk meraih hidup sukses asalkan orang itu mau bekerja keras mewujudkan impiannya, ulet, tekun dan pantang menyerah serta sabar maka orang itu akan memperoleh sukses.
Rusdi Raisa, Sukses Bisnis Kerajinan Kulit
Rusdi Raisa, Sukses Bisnis Kerajinan Kulit (http://www.tas-kulit.com)

Hal itu pula yang dialami oleh pria bernama lengkap Rusdi Raisa. Pria yang berasal dari daerah Garut dan sekarang berumur 27 tahun ini memulai usaha pada tahun 2006 tepatnya saat ia kuliah di tingkat semester satu di Unisba (Universitas Islam Bandung) yang beralamat di Jalan Tamansari. Karena kesulitan keuangan untuk membiayai kuliahnya, Rusdi Raisa memutuskan mencari pekerjaan sambilan. Berselang waktu, ia pun mendapatkan ide untuk memulai bisnis aksesoris dari bahan kulit. Alasannya sebab pria ramah ini seorang hobbi atau peminat aksesoris dari bahan kulit.

Berbekal modal awal sebesar Rp. 50.000, pria yang tampan ini membeli limbah kulit sebanyak 2 kg senilai Rp.20.000 dan sisanya dipakai untuk membeli perlengkapan produksi dan lem. Ternyata limbah kulit yang dibeli Rusdi berupa limbah kulit yang telah dipotong kecil-kecil. Hal ini membuat pria cerdas ini harus menguras otak bagaimana memanfaatkan limbah kulit itu menjadi kerajinan dalam jumlah yang lumayan banyak. Lalu terbetiklah ide membikin tempat handphone. Sehingga dari dua kilogram kulit itu, Rusdi mampu membikin 70 tempat handphone yang tak ada di pasar dan unik sekali.

Adapun keterampilan membuat barang-barang kerajinan itu ia peroleh dari sejumlah temannya yang merupakan pengrajin kerajinan dari bahan kulit. Tempat handphonenya sangat unik terlihat dari jahitan kulit bukan dari jahitan benang. Lalu kerajinan hasil produksinya, ia bawa ke tempat kuliahnya dan ditawarkan kepada teman-temannya. Dan ternyata respon teman-temannya sangat bagus dimana mereka membeli barang kerajinan bikinan tangan Rusdi hingga habis. Saat itu pria yang murah senyum ini menjual kerajinan tempat ponsel itu sebesar Rp.50.000 perbuah. Berbahagialah hati Rusdi waktu itu karena ia memperoleh untung Rp.2 juta.

Melihat pasar kerajinan kulit yang sangat besar, Rusdi mengembangkan bisnisnya ke barang kerajinan kulit yang lebih mahal. Usaha memproduksi tempat handphone kemudian ia rubah menjadi usaha pembuatan jaket kulit. Harga jaket kulitnya dijual sebesar Rp.650.000 perunit. Bisnis produksi jaket kulitnya kian berkembang maju. Ia pun meningkatkan produksi dan penjualan. Suatu waktu ada seseorang yang memesan minta dibuatkan tas dari kulit. Rusdi pun menyanggupinya. Namun setelah mengerjakan pesanan itu, tiba-tiba pesanan pembuatan tas kulit membludak melebihi pesanan jaket kulit. Hal ini dikarenakan banyak orang tertarik dengan model tas bikinan tangan Rusdi Raisa.

Rusdi Raisa, Sukses Bisnis Kerajinan Kulit
Pada tahun 2009, pria yang rajin dan cekatan ini memutuskan untuk fokus di bisnis memproduksi tas dengan memberi label D Russa. Ia memberi nama D Russa berasal dari kependekan namanya sendiri Rusdi Raisa. Kini omzet dari usahanya tersebut mencapai Rp.250 juta perbulan. Wow lumayan bukan?! Ditanya mengenai karyawan merupakan aset bagi usahanya, ia membenarkannya. Saat ini, ia mempunyai 23 orang karyawan dan sebanyak 12 orang merupakan bagian produksi. Sekarang usahanya dalam sehari mampu memproduksi 50 sepatu, 500 dompet dan 250 tas.

Kesuksesan yang diraih pria berkulit putih ini tidaklah instant melainkan harus melalui serangkaian proses yang cukup panjang bermodalkan uang yang sangat sedikit. Banyak suka maupun duka dalam menjalani usahanya hingga berkembang sampai sekarang ini. Kiat suksesnya karena ia banyak belajar dari setiap kegagalan dan kesalahan yang dilakukannya. Seperti ia pernah mengalami kerugian sangat besar saat terjadi pemesanan dalam jumlah banyak oleh salah satu bank dikarenakan tidak memenuhi waktu penyelesaian dan kualitas produk yang tak lolos.Sehingga bank tersebut hanya membayar uang 30 pesen saja dari total pemesanan.

Namun dari semua kegagalan itu membuat Rusdi semakin kuat dan lebih berhati-hati dalam menyanggupi setiap pesanan. Kalau ia tidak sanggup memenuhi pesanan maka ia akan menolaknya seperti sekarang ini pemesanan tas yang datang dari negara Jepang sebanyak 22 ribu tas, ia menolaknya mentah-mentah. Hal itu beralasan sebab kerajinan tasnya dibuat oleh tangan manusia dan waktu yang ditentukan sangat sempit atau sebentar. Oleh sebab itu, ia kini lebih kuat dan menerima kemampuan diri dan perusahaannya serta lebih memfokuskan pada kualitas produk buatannya. Demikianlah kisah perjalanan bisnis Rusdi Raisa, Sukses Bisnis Kerajinan Kulit. 

Baca juga : 

Bisnis Donat Keuntungan Menjanjikan