Selasa, 02 Juni 2015

Nasi Goreng Laris Manis


Nasi Goreng Laris Manis - Kebimbangan melanda Hoekama antara memilih meneruskan usaha nasi gorengnya yang sedang sekarat atau lebih memilih meneruskan kuliah dengan baik. Namun, akhirnya dengan tekad bulat, pria yang ganteng ini memilih melanjutkan usaha nasi goreng yang sedang sekarat. Karena kuliah bisa dilanjutkan jika usaha sudah sukses. Begitu pikirannya.
Nasi Goreng Laris Manis
Nasi Goreng Laris Manis (http://www.tokomesin.com)

Hal  pertama yang Hoekama lakukan untuk membesarkan bisnis nasi gorengnya yaitu dengan cara menggadaikan sebuah sepeda motor miliknya. Diharapkan dengan adanya uang hasil penggadaian, ia memperoleh tambahan suntikan dana bagi pengembangan usaha. Langkah selanjutnya, pria tampan ini menjual sebuah handphone, komputer, simpanan emas dan beberapa barang berharga lainnya. Tampaklah pria murah senyum ini sosok yang menolak untuk menyerah (pantang menyerah). Hoekama bersikeras agar usaha nasi gorengnya dapat maju dan terus  berkembang.

Sementara itu, langkah lain yang dilakukan mahasiswa berotak encer ini yaitu melaksanakan evaluasi terhadap usaha nasi gorengnya yang berlokasi di jalan Sigura-Gura Barat Nomor 32 Malang. Pria yang akrab dipanggil Bendol ini setelah melakukan evaluasi terhadap usaha nasi gorengnya yang bernama Nasi Goreng Cowboy atau Nasi Goreng Masak Daging Asap mengetahui ada beberapa kelemahan dalam bisnisnya terutama dalam soal promosi yang kurang atau minim. Kelemahan-kelemahan tersebut segera Bendol perbaiki secara konsisten atau terus menerus.

Nasi Goreng Laris Manis
Bendol memeras otaknya untuk mencari cara mempopulerkan bisnis nasi gorengnya dan menarik banyak pelanggan. Akhirnya pria yang selalu enerjik ini membikin berbagai macam brosur dan poster, kemudian menyebarkannya ke sejumlah perempatan jalan di sekitarnya. Lalu pria periang ini memasang iklan secara gratis di berbagai website jejaring sosial seperti Twitter, Facabook dan lain sebagainya.

Strategi yang dijalankan pria yang baik hati ini terbukti berhasil. Berkat strategi tersebut jumlah pembeli yang berkunjung ke kedai nasi gorengnya semakin meningkat. Apabila di permulaan tahun pertama jumlah pembeli nasi gorengnya tidak melebihi sepuluh orang perhari maka sesudah promosi dilakukan secara gencar jumlah pembeli nasi gorengnya semakin meningkat secara signifikan sebanyak 2 kali lipat. Apalagi pada hari libur jumlah pembelinya meningkat drastis sampai 3 kali lipat.

Untuk membuat pelanggannya kerasan dan betah, pria supel dan ramah ini mengundang sejumlah temannya yang berprofesi sebagai pengamen untuk mengadakan pentas musik kecil-kecilan di kedai usaha nasi gorengnya. Akhirnya strategi-strategi yang dijalankan pria yang cerdas ini berhasil dengan baik. Di pertengahan tahun 2009 atau tahun kedua bisnis nasi gorengnya berlangsung Bendol mulai mendapatkan keuntungan bersih secara stabil dari usaha nasi goreng tersebut mencapai lebih dari Rp.10.000.000 perbulan. Usahanya mengalami kemajuan yang positif sehingga di tahun itu pula ia berencana untuk memperluas usahanya. Kemudian Bendol pun membikin banyak sekali proposal tawaran kerja sama usaha patungan untuk mendirikan kedai usaha nasi goreng baru ke beberapa kawannya. Itulah Bendol yang sukses mendirikan usaha nasi goreng laris manis.