Selasa, 25 Agustus 2015

Pinjaman BRI Tidak Usah Lagi



Pinjaman BRI Tidak Usah Lagi – Kisah ini sambungan dari kisah John sebelumnya (Pinjaman bank BRI 2015). John berhasil mendapatkan akta pendirian pabrik secara gratis melalui pembagian saham perusahaannya. Kemudian ia menatap kembali masa depannya dan mimpinya yakni mempunyai pabrik sendiri. Langkah selanjutnya yang ia lakukan adalah mencari lokasi pabrik.

Pinjaman BRI Tidak Usah Lagi
Pinjaman BRI Tidak Usah Lagi

Berputar-putar lamanya otak menguras keringat. John terus memikirkan caranya mencari tempat pabriknya kelak. Selintas di depan mata kepala sendiri tampak sebuah bangunan tua milik tetangganya yang merupakan eks pabrik pemintalan beserta mesin dan peralatan yang masih lengkap di dalam bangunan tua itu namun peralatan dan mesin itu dalam kondisi rusak parah.


John tanpa piker panjang segera mendatangi pemilik bangunan eks pabrik itu dan menemuinya. Setelah itu, ia mengajak berbicara secara tatap muka rahasia. John mengadakan perjanjian kerjasama dengan pemilik bangunan tua itu. Isi kerjasama perjanjiannya adalah John diperbolehkan untuk menggunakan bangunan tua itu dalam masa 2 tahun tanpa biaya penyewaan. Namun segala perbaikan mesin dan perlatannya jadi tanggung jawab John sendiri. 


Pinjaman BRI Tidak Usah Lagi

Tanpa kenal lelah, John terus memperbaiki mesin-mesin pabrik dan peralatannya hingga pada tahun kedua, ia mesti bersiap-siap mengembalikan semua bangunan tua tersebut dengan segala mesin dan peralatannya yang sudah diperbaikinya kepada sang pemilik. Atau bisa saja ia memperpanjang perjanjian penyewaan dengan membayar uang sesuai kesepakatan bersama.


Matanya terus berputar. Ia melihat kenyataan bahwa gedung tua itu sudah rusak sekali sehingga harus diadakan banyak perbaikan. John pun bekerja dari pagi hingga malam hari untuk merenovasi bangunan tua itu dibantu oleh anak-anak dan istri tercintanya. Selain itu, John memperoleh dukungan tenaga dari sesama rekannya sebagai penjual di sebuah perusahaan yang sama. Rekan-rekan sesama penjual itu membantunya dalam memperbaiki kabel, mengecat bangunan, memasang pesawat telepon baru, dan memperbaiki pipa air, dll hingga bangunan tua tersebut sangat layak untuk digunakan menjadi sebuah pabrik industri yang menghasilkan produk-produk untuk kebutuhan industri. 


Berselang waktu kemudian, tersiar kabar bahwa kakak iparnya hendak menutup kantor usaha kecilnya. Pria yang agresif ini segera memberitahukan sang kakak bahwa ia berencana membangun pabrik dan meminta kepada sang kakak agar peralatan dan perlengkapan kantor dan alat tulis yang masih bagus tersebut disimpan terlebih dahulu di pabrik miliknya. 


Jaman sekarang adalah jaman informasi. Siapa yang mengetahui dan menguasai informasi maka ia yang akan menang di jaman modern ini. Hal ini berlaku bagi John. Ia senantiasa mencari-cari informasi terbaru. Sehingga pada suatu hari ada dua pabrik yang gulung tikar hendak menjual perabotan dan peralatan mesin di dalamnya. John berpikir inilah kesempatan emas. Apalagi peralatan dan mesin yang akan dijualnya tersebut sesuai yang dibutuhkannya selama ini untuk memproduksi barang-barang industri yang akan ia jual. 


John pun menemui pemilik pabrik bangkrut tersebut dan mengadakan perjanjian kerjasama usaha bahwa John diperbolehkan menggunakan mesin dan peralatan pabrik itu dalam satu tahun. Namun setelah satu tahun, ia harus membeli peralatan dan perkakas tersebut atau membayar uang sewa yang satu tahun itu. 

Cerita di atas hanyalah untuk mempertegas bahwa dalam sebuah memulai usaha bisa melalui tanpa modal uang sama sekali alias Pinjaman BRI Tidak Usah Lagi. Untuk cerita selanjutnya simak terus http://www.caripeluangusahabaru.blogspot.com