Minggu, 07 Februari 2016

Kisah Pengusaha Sukses Usaha Percetakan Buku



Kisah Pengusaha Sukses Usaha Percetakan Buku - Setiap manusia harus berusaha untuk mencapai apa yang diinginkannya. Namun, semua usaha manusia tentu tak lepas dari kehendak Yang Maha Kuasa. Kita boleh berusaha tapi Tuhan jualah yang menentukan. Keyakinan seperti ini hendaknya juga harus tertanam di hati kita. Dengan demikian, kita tidak akan mudah putus asa. Karena, semua keberhasilan adalah berkah dari Tuhan. Sedangkan kegagalan mempunyai hikmah sendiri. Kegagalan tidak selalu berarti gagal. Dibalik kegagalan ada suatu rencana Tuhan mungkin pada hari ini kita belum tahu maknanya. Namun, satu hal yang tidak boleh dilupakan bahwa setiap cita-cita atau keinginan harus diwujudkan melalui perjuangan. Tidak hanya sekedar berpangku tangan, menanti uluran tangan Tuhan. Itulah kata-kata yang tepat yang dapat ditujukan pada pria bernama lengkap I Ketut Astawa, pria yang dikenal sangat ulet dan tekun didalam mendalami suatu bidang keilmuan dalam menjalani kehidupannya, yang kini menjadi Owner CV Acarya Media Utama, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang penerbitan dan percetakan buku.
           
Kisah Pengusaha Sukses Usaha Percetakan Buku
Kisah Pengusaha Sukses Usaha Percetakan Buku
Setiap bangsa yang maju adalah bangsa yang mengutamakan pendidikan. Dengan pendidikan seseorang bisa menjadi pribadi yang cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, dan bermartabat. Oleh sebab itu, setiap manusia hendaknya mengutamakan dan memajukan aspek pendidikan bukan hanya bagi diri sendiri tapi juga harus dirasakan oleh orang lain. Hal itu pula yang dilakukan oleh pria yang akrab disapa Ketut Astawa ini. Dengan tekad dan semangat ingin mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia, ia mulai merintis pendirian perusahaan bernama Eka Cipta Sarastawa, sebuah perusahaan jasa yang bergerak dibidang suplai barang dan jasa grafika serta penyediaan bahan baku percetakan.
            Kemudian berawal dari pemikiran yang adiluhung dan cita-cita yang luhur di atas, ia mengepakkan sayapnya di industri penerbitan dan percetakan dengan mendirikan CV Acarya Media Utama. Perubahan ini tidak praktis mengubah bagian luarnya saja, tetapi sebagai sebuah perusahaan yang mengatasnamakan dirinya penerbit dan percetakan yang berkualitas dan unggul, CV Acarya Media Utama tetap melandaskan dirinya pada nilai-nilai Filosofi Jawa Kuno. Acarya yang dalam bahasa Sansekerta berarti Mahaguru, berusaha memposisikan dirinya sebagai Media paling Utama dalam menciptakan sebuah 'produk intelektual' yang berkualitas. Sebagai Mahaguru berarti harus menjadi penuntun bagi setiap manusia dengan nilai-nilai kebenaran. Nilai-nilai kebenaran inilah yang diharapkan terus menyinari setiap insan dalam merefleksikan dirinya dengan sesamanya, alam, dan Tuhannya.   
            Pria yang dilahirkan di Tajun, Singaraja-Bali ini, dilahirkan dari pasangan Made Pasek dan Ketut Sritep sebuah keluarga sederhana dan pekerja keras yang bermata pencaharian sebagai petani. "Semua keluarga saya ada di Bali, dengan menggeluti bidang pertanian dan perkebunan, seperti cengkeh, kopi, dan lain-lain", ujar pria yang selalu terlihat bersemangat sambil mengatakan keluarganya di Bali masih tertarik pada bidang pertanian dan perkebunan.
            Sedangkan latar belakang pendidikannya, dimulai ketika Ketut Astawa masuk SD di Singaraja-Bali, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Singaraja. Selepas SMP, ia masuk ke SMA di Singaraja hingga lulus dengan baik. Karena pada saat itu krisis harga cengkeh sangat turun, "kemudian saya bekerja, di sebuah perusahaan penerbitan yang namanya Ganesa Exact. Saya belajar di sana sebagai karyawan dan saya bekerja tidak pandang bulu pekerjaan. Dari hal-hal sampai yang terkecil sekalipun saya kerjakan dan pelajari serta menjadi hikmah tersendiri bagi saya, begini caranya memegang orang gudang, orang produksi, orang keuangan, orang pemasaran, dan lain-lain",tutur pria yang selalu terlihat enerjik dan sederhana ini.
            Setelah dua tahun bekerja di penerbitan Ganesa Exact, ia memiliki cukup uang hasil bekerjanya tersebut dan digunakan untuk kuliah di Bandung mengambil D3 Manajemen Informatika. Sebelum kuliah tersebut, ia sempat mengambil kursus-kursus seperti kursus komputer dan sebagainya. Setelah mendapatkan gelar D3 kemudian ia melanjutkan ke S1 yang diselesaikannya dengan baik.
            Ketertarikannya pada bidang dunia Akademis atau ruang lingkup Pendidikan sudah tertanam sejak kecil. Bahkan sejak kecil ia bercita-cita ingin menjadi seorang akademisi. "Sejak kecil saya bercita-cita menjadi seorang akademisi (lingkup pendidikan) tapi ternyata dengan adanya usaha seperti sekarang masih ada hubungan dengan dunia akademis dan pendidikan karena kita menciptakan buku-buku pendidikan anak didik dari tingkat usia dini SD, SMP/sederajat, SMA/sederajat, perguruan tinggi bahkan kita menciptakan juga buku-buku sebagai bahan referensi untuk life skill", ujar anak bungsu dari enam bersaudara dan memiliki Kantor Pusat CV Acarya Media Utama di Jln. Rumah Sakit No.58 Ujungberung Bandung serta Kantor Pembantu di Jln. Purwakarta No.128 Antapani Phone/Fax (022) 7200282 dan Jln. Awiligar Raya Kav 7 Bandung Phone/Fax (022) 2509441 ini. 
            CV Acarya Media Utama sendiri berdiri pada tanggal 21 September 2000 bertitik tolak pada pemikiran melihat beberapa industri penerbitan yang masih adanya  kekurangan-kekurangan dari produk yang dihasilkan sehingga dari sana Ketut Astawa berusaha menciptakan pelbagai produk buku pelajaran yang unggul dan berkualitas tinggi.
Terbitnya buku-buku pelajaran yang diterbitkan oleh CV Acarya Media Utama mendapat sambutan positif dari para guru dan siswa dengan dijadikan sebagai buku pegangan / acuan bagi para siswa dan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah. Apalagi buku-buku pelajaran SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA terbitan CV Acarya Media Utama sudah memenuhi standar mutu/kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran dan mendapatkan standarisasi dari Departemen Pendidikan Nasional melalui Pusat Perbukuan yang diperkuat dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 26 Tahun 2005 pada tanggal 25 Desember 2005.
            CV Acarya Media Utama sebagai perusahaan yang kini menjadi anggota IKAPI Cabang Jawa Barat ini, pertama kali menerbitkan buku SD bidang studi Matematika dan IPS. Kemudian tahun kedua, semua mata pelajaran SD dibuat, termasuk SMP dan SMA. Seiring dengan kebutuhan dari berbagai kalangan masyarakat maka CV Acarya Media Utama juga mengembangkan sayapnya ke buku-buku diluar buku pelajaran.
            Pengembangan beberapa buku ini untuk mengantisipasi lajunya media elektronika yang banyak menampilkan cerita-cerita yang kurang sesuai dengan usia anak-anak terutama anak-anak ditingkat TK dan SD, terlebih lagi kurangnya pendampingan orang tua ketika mereka mengonsumsi cerita tersebut. Oleh sebab itu, CV Acarya Media Utama menerbitkan buku-buku diluar buku pelajaran. Diawali dengan diterbitkannya buku cerita umum seperti "Pelajaran Untuk Sang Pangeran". Buku cerita umum ini dikemas dengan bahasa yang sederhana sehingga si anak (pembaca) dapat dengan mudah mencerna isi buku tersebut. Selain buku tersebut, diterbitkan juga buku cerita yang isinya memberi pengetahuan tentang sesuatu yang dapat membuat pembaca lebih kreatif. Misalnya dalam buku "Di Balik Rumpun Bambu Ada Keindahan" terdapat tips dan trik bagaimana memanfaatkan bambu dengan cara mengolahnya menjadi sebuah topi.
            Dalam rangka memenuhi kebutuhan Masyarakat Indonesia terhadap buku pelajaran dan buku diluar pelajaran, CV Acarya Media Utama membuka kantor cabang/perwakilan diberbagai kota, yang tersebar diseluruh pelosok Indonesia, yaitu Bali, Surabaya, Makasar, Kalimantan Tengah, Pematang Siantar, NTB, NTT, Jawa Tengah, Bandung, DKI Jakarta, Banten, Yogyakarta, Sumatera Barat, Lampung, Bengkulu, Kep. Bangka Belitung, Riau, dan Medan.
            Tujuh tahun sudah perjalanan CV Acarya Media Utama dalam kiprahnya didunia penerbitan yang berkualitas. Tuntutan keprofesionalan dalam berkreasi menciptakan pelbagai 'produk intelektual' telah dilakukannya secara baik. 'Produk intelektual' yang dihasilkannya merupakan media pembawa nilai-nilai kebenaran dan meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang intelektual, cerdas, kreatif, dan inovatif. 
Kisah Pengusaha Sukses Usaha Percetakan Buku
            Ketut Astawa sangat bersyukur kepada Tuhan YME karena sejak tahun 2000 sampai sekarang, ia bisa menjalankan dengan baik usaha penerbitan dan percetakannya ini. Juga karena ia menyadari bahwa eksistensi CV Acarya Media Utama sampai saat ini bukan karena dirinya semata tetapi atas hasil kerjasama yang baik dengan para SDM yang tergabung di dalam CV Acarya Media Utama selama beberapa tahun lamanya. Ia bersyukur pula bahwa SDM nya menunjukkan loyalitas yang baik. Karena itu selain ke customer, ia juga selalu menjaga keharmonisan yang baik dalam membina hubungan dengan para karyawan. Dalam menjalin hubungan baik dengan para karyawan sampai  tingkat bawah sekalipun, ia menggunakan pendekatan secara kekeluargaan dan komunikasi yang baik, tapi tetap dalam hal pekerjaan harus dilakukan secara profesional.
             "Pada saat kita harus profesional, kita profesional, dan pada saat kita kekeluargaan maka kita tetap bisa secara kekeluargaan. Karena saya memandang bahwa karyawan disini bukan hanya sebagai pekerja tapi sudah dianggap sebagai keluarga besar CV Acarya Media Utama", kiat pria yang sangat peduli dengan kesejahteraan karyawannya ini. Dengan kiat-kiat tersebut, ia berharap perusahaan yang dipimpinnya akan terus berkembang dan maju serta mampu bersaing dengan perusahaan sejenis.
            Saat ini, di CV Acarya Media Utama, Ketut Astawa mempunyai SDM atau Karyawan, sebanyak kurang lebih 30 sampai 40 karyawan di Bandung. Sedangkan kalau ditambah dengan yang ada dicabang-cabang ada sekitar 150 karyawan. Untuk mensolidkan SDM di CV Acarya Media Utama, perusahaan ini mempunyai struktur organisasi yang kompleks yang terdiri-dari enam bagian, yaitu Bagian Keuangan, Bagian Personalia, Bagian Produksi, Bagian Editorial, Bagian Pemasaran, dan Bagian Cabang. Masing-masing bagian tersebut dipimpin oleh orang-orang yang ahli dibidangnya dan sekaligus sebagai tangan kanan Direksi. Dengan adanya struktur organisasi dan pembagian tugas ini maka aktifitas CV Acarya Media Utama semakin lancar, tertib, dan terarah.
            Ditanya mengenai keunggulan-keunggulan produk yang dihasilkan oleh CV Acarya Media Utama sendiri, ia mengatakan bahwa perusahaannya selalu menghasilkan buku-buku yang berkualitas, materi berkualitas, dan harga yang berkualitas. "Harga berkualitas bukan berarti harga yang tinggi. Karena saya merasakan dulu, sekolah saya sulit sekali mendapatkan buku dan buku itu sangat mahal. Nah, bagaimana saya sekarang ini sebagai pengusaha buku disamping mencari profit dapat membantu dengan harga tidak terlalu mahal, dengan kualitas standarisasi", ujar pria yang memilih Bali sebagai tempat liburannya dan sudah banyak mengalami sukaduka dalam mengelola usahanya dan pernah mengenyam kuliah D3 dan S1 sambil kerja ini. Jadi, kuncinya, kami sebagai pengusaha setidaknya dapat membantu program-program pemerintah dalam rangka mensukseskan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
            Ditanya mengenai kiatnya dalam menjalankan usahanya, ia berkata bahwa kiat pertama harus punya semangat dulu. "Dalam semangat itu harus dilandasi dengan kita berpikir bagaimana kita menciptakan anak-anak didik sebagai pangsa pasar apa keinginannya? Apa kemauannya? itu yang saya lirik dulu, baru kita nanti dari sana tercipta sebuah buku menurut keinginan mereka (sesuai pangsa pasar). Itu tadi dilandasi dengan semangat, dan kemudian mempunyai kemauan. Dengan kemauan tersebut, kemudian kita melakukan dengan tekun dan displin. Ketiga hal tersebut yaitu semangat, kemauan, dilakukan dengan tekun dan disiplin kalau dilaksanakan mudah-mudahan berhasil", ujar pria yang mengagumi tokoh Proklamator RI, Ir Soekarno ini.
            Menyangkut masalah persaingan, Ketut Astawa mengatakan bahwa dengan adanya beberapa penerbit yang bermunculan baik yang besar maupun yang kecil, ia tidak melihat itu sebagai pesaing tapi ia melihat sebagai kawan kerjasama dalam hal tujuan mulia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
            Disinggung tentang Visi yang diembannya, Ketut Astawa mengatakan ia tetap mendukung program pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga dengan Visi tersebut kita dapat membantu program pemerintah dalam menuntaskan buta aksara minimal SD dan SMP. Sedangkan Misinya sebagai seorang pengusaha, ia berusaha menciptakan CV Acarya Media Utama menjadi penerbitan yang unggul dan berkualitas.       
            Karena bergerak di bidang Penerbitan, kepada pemerintah, ia berharap agar membantu sarana dan prasarana dibidang penerbitan, seperti bahan baku kalau bisa harganya dikurangi karena kita inginnya kan buku murah dan dapat terjangkau. Selain itu, ia berharap kepada pemerintah agar mengimplementasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 1945, karena sangat dibutuhkan baik oleh kalangan pendidikan maupun penerbitan buku-buku pendidikan.
            Didalam menjalani kehidupannya, Ketut Astawa memiliki prinsip/motto hidup 'selalu berbuat positif dan bijaksana'. "Prinsip saya adalah bagaimana saya sebagai seorang pribadi selalu berbuat dan berpikir positif, serta selalu berbuat bijaksana setiap hari. Berpikir positif dan selalu bijaksana setiap hari kalau mungkin setiap detik", tutur pria yang aktif di IKAPI dan KADIN serta PPGI sejak tahun 2003 sebagai Anggota ini.
            Dalam kehidupan berumahtangga, Ketut Astawa menikah dengan Ketut Sarastini pada tahun 2000, dan saat ini telah dikaruniai dua orang anak, 1 putra dan 1putri yang masih kecil. Anak sulungnya laki-laki masih TK, dan anak keduanya masih berumur 1,3 tahun.  Didalam membina dan membimbing keluarga, pria yang dikenal ramah dan cekatan ini menerapkan motto 'Kualitas dan Selalu Bijaksana'.    
            Keberhasilan dan kesuksesannya yang kini diraihnya tak lepas juga berkat pengertian dan dukungan penuh dari keluarganya, terutama isteri tercintanya dan kedua anaknya. Dukungan mereka sangat berarti dalam menunjang usahanya. Untuk itu, ia selalu berusaha menjadi suami yang baik bagi isterinya, sekaligus ayah yang baik bagi anak-anaknya. Hal itu dilakukannya dengan cara lebih mengutamakan kualitas pertemuan dengan anggota keluarga daripada kuantitas. "Bertemu sejam atau dua jam bahkan ditinggalkan selama dua hari, itu tak masalah yang penting kualitas pertemuan",ujar pria yang walaupun masih muda berumur 33 tahun tapi sudah meraih kesuksesan ini.   
            Terakhir, kepada generasi muda, Ketut Astawa berpesan agar setelah lulus akademis atau kuliah berusaha menciptakan lapangan kerja dengan modal semangat, kemauan, dan tekun serta disiplin. Selain itu, kepada generasi muda agar selalu berpikir positif dan selalu bijaksana setiap saat. "Mudah-mudahan bila semua itu dilakukan, cita-cita bisa tercapai", pesan pria yang rajin dan cerdas ini sambil menutup perbincangan dengan Tim Profil.
Demikianlah kisah pengusaha sukses usaha percetakan buku. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat.