Jumat, 05 Februari 2016

Kisah Sukses Mengelola Perusahaan Besar



Kisah Sukses Mengelola Perusahaan Besar - Supel dan berwibawa, begitu kesan pertama yang bisa kita rasakan saat bersua dengan sosok profil kita yang satu ini. Berhasil menggapai kesuksesan dan sekaligus mempertahankannya merupakan dambaan setiap orang dalam meniti karirnya. Dimanapun dan apapun bidang yang digelutinya, disamping keuletan, keteguhan dan keyakinan sebagai faktor yang sangat menentukan, pengalaman dan pendidikan pun cukup berperan dalam hal ini. Setelah faktor itu, masih ada hal lain yang sangat penting dan tidak boleh dilupakan oleh manusia, yaitu kejujuran, tanggungjawab, dan berdo'a mengharapkan keberkahan hidup serta pertolongan Tuhan, itulah hal-hal yang menjadi pegangan Pria kelahiran, kota Kembang Bandung 16 Oktober 1973 ini dikenal sebagai sosok ulet dan cerdas yang penuh dengan ide-ide brilian serta kemampuannya didalam membangun perusahaan yang dipimpinnya, yaitu PT. Cresco Indonesia yang bergerak dibidang Slipper Manufacture.
Kisah Sukses Mengelola Perusahaan Besar
Kisah Sukses Mengelola Perusahaan Besar
Pria yang dilahirkan dari pasangan A. Muis Daud dan Atikah ini memulai masa kecil di Bandung, dari sebuah keluarga sederhana dan pekerja keras. Sehingga sejak kecil ia sudah terbiasa hidup penuh kedisiplinan, bahkan lebih disiplin dari ABRI itu sendiri. Adapun untuk membiayai ekonomi keluarga, kedua orangtuanya berwiraswasta dengan memproduksi makanan kecil.
            Dari ibu tersayangnya pria bernama lengkap Ferry Oktavianto M.SE., Ak belajar filosofi hidup bahwa 'kalau seseorang mau dicintai, dikasihi, maka seseorang harus memulai dari dirinya sendiri untuk bisa mencintai dan mengasihi orang lain'. Selain itu, ibunya mengajarkan agar menjalankan kehidupan selalu jujur, sabar dan bertanggungjawab. Sehingga sampai detik ini yang paling dekat dengannya adalah ibu tercinta, Atikah.
Kisah Sukses Mengelola Perusahaan Besar
            Riwayat pendidikan pria yang selalu terlihat enerjik dan bersemangat ini dimulai di SD Santo Agustinus, sebuah sekolah dasar yang elit, dimana para pengajar di sekolah tersebut adalah para Pasteur dan Suster. Sehingga sikap disiplin sangat ketat diterapkan di SD tersebut. "Sebelum masuk sekolah harus baris, periksa tangan, baju harus rapi, kalau tidak mengerjakan PR hukumannya mencuci kakus. Hal ini sesuai keinginan orangtua karena orang tua saya selalu menginginkan sekolah yang menerapkan disiplin seperti itu", kenang pria yang akrab disapa Fei ini.
            Setelah lulus SD, karena merasa capek dengan kedisiplinan di sekolah swasta tersebut, akhirnya ia memilih sekolah di sekolah negeri karena menurutnya lebih asyik dan bisa lebih banyak bermain. Ia melabuhkan hatinya di SMPN 2 Bandung tepatnya di Jln. Sumatera. Ia menjalankan studi di SMPN 2 Bandung dengan masa-masa menyenangkan, karena tidak sedisiplin sekolah swasta sebelumnya. Selepas SMP, ia meneruskan ke SMAN 2 di Cihampelas. Kemudian setelah lulus SMA, ia mengikuti UMPTN dengan memilih Fakultas Kedokteran. Setelah dinyatakan tak lulus UMPTN, ia tetap mengejar cita-citanya menjadi seorang dokter. Oleh sebab itu, ia 'vakum' dulu selama satu tahun untuk dapat belajar dan mengikuti Bimbel. Pada UMPTN tahun kedua, akhirnya ia dinyatakan tak lulus juga. Karena desakan orangtuanya akhirnya Fei melanjutkan kuliah di Universitas Maranatha. Akan tetapi karena sesuatu sebab akhirnya ia pindah dan melanjutkan kuliah di UNISBA Jurusan Accounting.           
            " Setelah tahu dari Accounting bisa jadi dokter, bukan dokter manusia tapi dokter perusahaan, sehingga saya bercita-cita setelah lulus kuliah menjadi Auditor. Bekerja di Akuntan Publik akan memeriksa kondisi perusahaan sehat atau tidaknya", ujar pria yang menyelesaikan kuliahnya dengan nilai baik dan banyak berbisnis dengan dosen dan teman kuliahnya ketika kuliah di UNISBA.
            Sambil kuliah, ia bekerja di KLCBS Radio. Kemudian setelah lulus kuliah pada tahun 1999, ia langsung diterima bekerja di Consultant Internasional pimpinan Bapak Hendra Winata yang termasuk Akuntan Publik sepuluh besar di Indonesia. Ia belajar banyak dari perusahaan tempat bekerjanya terutama tentang masalah keuangan. Sehingga cita-citanya tercapai juga menjadi seorang Auditor hingga menjadi Senior Auditor. Saat bekerja ia diberikan kepercayaan untuk menangani klien yang cukup terkemuka dan besar yaitu PT Fonex Indonesia, yang ia lakukan tugas mengaudit perusahaan tersebut dengan sebaik-baiknya.
            Kemudian pada tahun 2002, ia mendapat kesempatan bekerja di PT Cresco Indonesia menjadi Manajer Accounting. Ia melakukan tugas-tugasnya di PT Cresco Indonesia dengan baik dan tanggungjawab. Akhirnya pada tahun 2002 tersebut terjadi  kegoncangan perusahaan, sehingga perusahaan ini bila tidak segera diselamatkan maka PT Cresco Indonesia bisa bangkrut. Akhirnya Fei berniat untuk keluar bekerja dari PT Cresco Indonesia, dan mendatangi Pemegang Saham di Jakarta yaitu Bapak Irawan. Saat itu Bapak Irawan menasihatkannya bahwa ini merupakan kesempatan emas bagi Fei untuk menunjukkan keahliannya dalam mengelola dan mengatur perusahaan. Setelah itu, Bapak Irawan yang merupakan guru inspirator bagi Fei memberikan kepercayaan kepada Fei untuk membenahi PT Cresco Indonesia dalam waktu yang sanggup dilakukannya.
            "Dalam waktu dua bulan, saya melakukan pembenahan dengan memfokuskan ke bidang produksi, tenaga kerja, keuangan, administrasi, dan lain-lain. Juga saya menerapkan setiap hari senin diadakan upacara untuk mengetahui keinginan-keinginan karyawan terhadap pimpinan, dan menerapkan kedisiplinan serta saling menghargai", terang pria yang sangat peduli terhadap kesejahteraan para karyawannya. Kemudian ia menerapkan strategi piramida terbalik FEI, yakni Frontliner bahwa membenahi perusahaan dengan cara mengutamakan para karyawan karena mereka yang bekerja dan memproduksi, sehingga harus memperhatikan kesejahteraan karyawan. Sedangkan Education adalah membenahi perusahaan dengan mencari orang-orang yang berpendidikan dan bisa melakukan suatu  pekerjaan tertentu, dan Instructur bahwa membenahi perusahaan dengan mengangkat cukup dua direktur bagian.
            Perkembangan PT Cresco Indonesia yang berdiri pada tanggal 8 Mei 1997 semakin membaik berkat kemampuan Fei dalam mengelola dan mengatur perusahaan sehingga ia dipercaya sebagai pemegang kendali penuh di PT Cresco Indonesia. Lalu, ia melakukan beberapa pembenahan lanjutan di PT Cresco Indonesia sehingga kinerja perusahaan sehat dan berkembang pesat sampai sekarang ini.
            "Saya merasa puas selama bekerja di perusahaan ini karena mendapat ilmu mengenai cara berinteraksi dengan orang-orang baik kalangan atas maupun bawah. Sehingga saya bekerja secara enjoy. Kepuasan yang lebih dalam lagi adalah saya sudah bisa membahagiakan guru-guru saya dan bisa memenuhi janji-janji saya terhadap para karyawan",ujar pria yang selalu memberikan dorongan kreatifitas pada karyawannya ini dan menerapkan pada karyawannya harus bisa mengerjakan di segala bidang, seperti Accounting, pajak, ekspor impor, personalia, dll.
            Di PT Cresco Indonesia sendiri, saat ini Fei memiliki karyawan sebanyak 500 orang.Terhadap pendapat yang mengatakan bahwa SDM adalah asset suatu perusahaan, ia membenarkannya. Sejalan dengan hal tersebut, baginya SDM yang bekerja di perusahaan yang dipimpinnya merupakan aset yang paling berharga. Oleh karena itu, selain menjaga hubungan baik dengan customer, ia juga menjaga hubungan baik dengan para karyawan, dengan menerapkan sistem kekeluargaan. Dalam hal ini, ia menganggap seluruh karyawannya sebagai suatu keluarga besar.
            Di dalam melaksanakan pekerjaan, ia juga tidak menganggap ada perbedaan antara karyawan yang satu dengan yang lain, maupun dengan dirinya sendiri, tetapi mereka bekerja tim secara bersama-sama, untuk tujuan bersama pula. Dengan harapan mereka semua dapat bekerja dengan perasaan senang dan lapang dada. Dari situ, dengan sendirinya mereka akan dapat melakukan segala sesuatunya secara tepat waktu dan profesional.
            Untuk lebih memotivasi karyawan, ia memberikan perhatian yang besar, terutama dalam hal kesejahteraan karyawan. Hal ini disebabkan karena ia berprinsip tidak ingin menguasai seluruh keuntungan perusahaan hanya untuk memperkaya diri sendiri, tetapi harus dirasakan bawahannya. Dengan kiat-kiat tersebut, ia berharap perusahaan yang dipimpinnya akan terus berkembang dan maju serta mampu bersaing dengan perusahaan sejenis. 
            Pria yang telah banyak mengalami sukaduka dalam memimpin PT Cresco Indonesia ini sangat menyadari bahwa semua yang dicapai dan diperolehnya hingga saat ini merupakan hasil jerih payah dari seluruh jajaran di perusahaan, dan untuk itu sebagai pimpinan ia sangat berterima kasih pada para karyawannya, semoga hasil jerih payah ini dapat ditingkatkan lebih besar lagi pada masa-masa mendatang.
            Mengenai dukungan keluarga yang diberikan kepadanya dalam meniti kariernya selama ini, ia menyatakannya sangat baik. Orang tuanya menyerahkan pilihan hidup kepada Perry sendiri karena “sudah dewasa dan bisa memilih mana yang baik dan mana yang salah”. Orang tuanya terutama ibunda tercintanya mengajarkan kepadanya bahwa "apapun kalau itu baik buat kamu maka kerjakan, dan apapun yang tidak baik buat kamu maka hentikan". Sehingga ia sangat memuji ibunda tercintanya sebagai  "She is my inspiration" dalam kehidupan kesehariannya dari segi kesabaran, tanggungjawab, ketabahan, dan lain-lain.
            Sebagai anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya, ia sangat menyadari bahwa kesuksesannya hingga seperti sekarang ini berkat doa restu orang tuanya yang tiada henti-hentinya. Oleh sebab itu, Fei saat ini berusaha sebisa mungkin untuk tidak menyakiti perasaan orangtuanya. "Jadi kita jangan melupakan orang tua karena orangtua itu sangat berharga bagi kita", tandasnya.
            Sementara itu, ditanya tentang obsesi pribadinya di masa datang, ia mengatakan bahwa obsesinya hanya satu yakni ingin menjadi dosen. "Saya ingin menjadi dosen yang membagikan ilmu atau pengalaman yang saya miliki kepada anak-anak bangsa agar mereka mampu menjalani kehidupan dengan baik",ujar pria yang telah menyelesaikan Studi  Profesi Akuntan tahun 2005 di Tridarma.
            Di dalam menjalani kehidupan, Fei mempunyai dan menerapkan prinsip dan motto hidup 'selalu mengutamakan kejujuran dan tanggungjawab' dalam kehidupannya. Ia memilih menjadi orang jujur dan bertanggungjawab, menerima apa adanya dan tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya. "Kalau jujur dan tanggungjawab diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maka akan menjadi orang selamat. Selain itu seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa bila kita ingin disayangi dan dicintai maka kita harus terlebih dahulu mencintai dan mengasihi orang lain". Hal-hal tersebut ia terapkan dalam kehidupannya sehari-hari sehingga sekarang ini ia hidup dalam ketentraman dan ketenangan jiwa yang nyata.
Harapan terhadap Pemerintah
            Sementara itu, kepada Pemerintah, ia berpesan agar mempunyai perasaan terhadap rakyat kecil, jangan korupsi, dan jangan berbohong. "Jangan melihat ke atas saja tapi juga lihat ke bawah bahwa bangsa ini sudah semakin hancur. Kalau ada masalah jangan ditutupi tapi terbuka dan jangan dikarenakan memiliki kekuasaan sehingga bertindak semena-mena seperti sekarang ini",ujar anak bungsu dari enam bersaudara ini yang memilih Pulau Dewata Bali sebagai tempat liburan.
            Selain itu, ia berharap agar pemerintah memperhatikan orang-orang yang memiliki kapasitas keilmuan, jangan disingkirkan, tetapi dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia. "Berilah perhatian dan kesempatan kepada orang-orang yang bersih dan mampu yang saat ini banyak di Indonesia. Sayang kalau kepintaran putra bangsa Indonesia dipakai oleh luarnegeri seperti Bj. Habibie", tandasnya.
            Di sisi lain, ia melihat negara Indonesia potensinya sangat besar untuk maju, kalau semua aparat pemerintah betul-betul baik kerjanya dan bersih dari perbuatan tercela maka akan makmur tanah air kita. Dan yang penting, jujur dan bertanggungjawab serta bekerja memakai hati nurani dalam memimpin negara dan bangsa Indonesia. "Kita benar-benar butuh aparat pemerintah yang jujur dan tidak mementingkan pribadi dan golongannya. Karena masih banyak di Indonesia orang-orang yang benar-benar jujur dan bertanggungjawab, serta memiliki kapasitas keilmuan. Sehingga bisa digunakan untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia", ujar pria yang masih lajang dengan penuh semangat.
            Kepada generasi muda, ia berpesan agar jujur dan bertanggungjawab. Menurutnya, dengan bersikap jujur kita bisa dipercaya oleh orang lain dan orang tidak akan rugi menitipkan barang kepada orang yang jujur. Setelah bersikap jujur, kita harus memiliki rasa tanggungjawab terhadap pekerjaan kita. Jujur dan bersikap bertanggungjawab itu sangat penting.
            Sebagai bukti bertanggungjawab terhadap diri sendiri adalah mengetahui cita-cita di masa depan. Setelah mengetahui cita-cita kita, kemudian kita mengejar cita-cita tersebut dengan kerja keras dan berdoa kepada Tuhan sehingga terwujud. “Karena lebih baik kita bermimpi, dengan mimpi maka hidup ini akan semakin hidup. Seperti dulu bermimpi bisa pergi ke bulan, akhirnya sekarang bisa juga pergi ke bulan.”   
            Ia melihat generasi muda sekarang ini inginnya serba instant, padahal tidak ada yang instant di dunia ini, semua harus dimulai dari bawah dulu. Makanya, ia lebih bangga terhadap generasi sebelumnya daripada generasi sekarang. "Jaman dulu orangnya memiliki kekuatan mental dan berusaha dengan sabar dari bawah dulu. Sedangkan generasi sekarang kuliah saja sudah malas, dan banyak melakukan kenakalan remaja yang tidak wajar"ujar pria yang mengidolakan tokoh Mar'ie Muhammad dan Bob Sadino sebagai teladan hidup sambil menutup percakapan dengan Tim Profil.
Demikianlah kisah kisah sukses mengelola perusahaan besar. Semoga bermanfaat.