Selasa, 08 Maret 2016

Bisnis Imunisasi Polio Dan Keluhan BPJS

Bisnis Imunisasi Polio Dan Keluhan BPJS - Banyaknya masyarakat pengguna BPJS kesehatan membuat sibuknya kantor BPJS mengurus syarat administrasi pemohon. Penulis pernah mencoba membuat kartu BPJS Kesehatan di daerah Cimahi Jawa Barat. Ternyata antrian banyak sekali dari subuh hari hingga harus berdesakan. Bahkan ada yang kehabisan kartu tiket antrian saking banyaknya pendaftar BPJS kesehatan. Kesehatan sangat mahal harganya. Dan dengan tawaran biaya pelayanan kesehatan sebesar Rp 50 ribu perbulan membuat banyak orang tertarik mendaftar BPJS kesehatan walaupun mereka terbilang kaya raya.

Bisnis Imunisasi Polio Dan Keluhan BPJS
Bisnis Imunisasi Polio Dan Keluhan BPJS
Namun hal ini berbeda sekali dengan kantor BPJS kesehatan di Sumedang yang agak sepi dan longgar. Peminat BPJS kantor cabang Sumedang Jawa Barat tidak banyak. Hal ini dilantaran daya beli atau keuangan masyarakat Sumedang yang mayoritas menengah ke bawah. Untuk membeli kebutuhan makan sehari-hari saja sulit apalagi harus membayar biaya kesehatan bulanan.
 
Jika ditilik lebih dalam pembuatan program BPJS kesehatan secara iuran adalah sebuah bisnis belaka. Mereka hanya mengeruk keuntungan dari masyarakat. Sudah pasti uang yang terkumpul dari masyarakat berpuluh hingga ratusan triliunan rupiah. Uang itu bisa digelontorkan untuk kepentingan bisnis dan investasi sehingga bertambah besar. Bisnis BPJS kesehatan tak lain melayani semakin banyak orang. Sedangkan pengeluaran BPJS kesehatan adalah membayar sewa kantor, menggaji karyawan, membayar listrik, membayar klaim pengobatan pasien dll. Semua itu kecil pengeluarannya dibandingkan pemasukan uang yang sangat besar dari masyarakat tanah air.

Bisnis Imunisasi Polio Dan Keluhan BPJS
Kalaulah ada alternatif program kesehatan selain BPJS kesehatan maka masyarakat Indonesia akan lebih memilih program kesehatan lain yang lebih manusiawi. BPJS kesehatan bukanlah program yang manusiawi. Ia cenderung merupakan aspek bisnis yang kerapkali banyak peserta yang mengeluhkan program BPJS kesehatan. Seperti pelayanan kesehatan yang rendah sekali, pembayaran yang lumayan besar secara bulanan dll. Hal ini didukung oleh fatwa MUI yang masih mengharamkan BPJS kesehatan karena ada unsur ketidakpastian. Kecuali uang peserta BPJS dikembalikan kembali kepada para peserta jika tak dipergunakan.

BPJS kesehatan dan Pekan Vaksin Imunisasi Polio adalah dua sisi mata uang yang keduanya merupakan program kesehatan. Namun yang satu diberikan secara gratis dan yang satu dikenakan biaya bulanan. Alangkah baiknya pemerintah memberlakukan program BPJS kesehatan secara gratis layaknya program pekan imunisasi polio sekarang ini yang diadakan serentak secara nasional tanggal 8 Maret 2016 hingga 15 Maret 2016. Karena masih banyak orang di Indonesia yang hidup dalam kondisi sangat miskin. Untuk makan sehari-hari saja susah apalagi untuk membayar biaya bulanan BPJS.

Di samping kantor BPJS Kesehatan dan di acara Pekan Imunisasi Vaksin Polio nasional kini banyak sekali para pedagang menjajakan barang dan produknya. Seperti usaha kuliner, bakso, mie ayam, bakso tahu, fotocopy, kupat tahu. Sebab para pedagang tahu disanalah pusat keramaian orang yang akan membeli barang dagangan mereka nantinya. Sekali lagi, sehat itu bukan milik orang berduit saja namun pemerintah harus menjamin orang miskin memperoleh pelayanan kesehatan yang sama. Seperti halnya di negara maju yang membebaskan biaya pengobatan di rumah sakit bagi warga negaranya.

Demikianlah Bisnis Imunisasi Polio Dan keluhan BPJS. Semoga bermanfaat.