Selasa, 22 Maret 2016

Sukses Usaha Sampingan Bisnis Bakso

Sukses Usaha Sampingan Bisnis Bakso - Sukses di usia muda adalah dambaan setiap orang. Hal itu dicita-citakan oleh semua orang. Seringkali penghasilan bulanan seseorang sebagai karyawan tidak mencukupi memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga seiring semakin naiknya berbagai harga kebutuhan pokok sedangkan gaji tidak naik-naik. Salah satu solusi dari hal demikian adalah menjalani usaha sampingan menjual bakso secara keliling. Sebagaimana yang dilakukan pria bernama lengkap Erwin Nalfa yang diusia 34 tahun telah sukses menjadi pengusaha bakso yang kaya raya dari bisnis sampingan jualan bakso. 
 
Sukses Usaha Sampingan Bisnis Bakso
Sukses Usaha Sampingan Bisnis Bakso

Pria yang berasal dari daerah Rime Raya Timang Gajah Kab Bener Meriah ini pada awalnya ingin memperbaiki kondisi ekonomi keluarga dengan berjualan bakso. Ia menjual bakso secara keliling berpindah dari satu tempat ke tempat lain namun khusus di wilayah Kampung Kayukul Pegasing Aceh Tengah. Profesi sebagai penjual bakso secara keliling ditekuni selama puluhan tahun dengan tekun dan penuh semangat. Penghasilan didapatkan lumayan besar yang sebagian ia tabung. Kemudian berjalan waktu pada 2001, usaha bakso kelililing yang dijalaninya mengalami perkembangan yang sangat pesat hingga meraih omzet ratusan juta rupiah perbulan. Hal ini tak terlepas dari keuletan dan ketekunannya berbisnis bakso secara keliling dari satu rumah ke rumah lain. 
 
Keberhasilan usaha bakso yang digapai Erwin ini tidaklah didapat dengan mudah dan gratis. Ia harus bekerja keras dan mengalami suka duka sebelum meraih kesuksesan dalam bisnis bakso. Pria yang memiliki isteri bernama Nurmala berusia 33 tahun ini merasakanpahit getir dalam merintis bisnis bakso hingga berhasil. Hal ini tampak dari raut mukanya yang ikut keras ditempa oleh kehidupan berjualan bakso yang sangat keras dan ketat. Apalagi sekarang pelara penjual bakso secara keliling bertambah banyak. Membuat persaingan bisnis bakso sangay ketat. 
 
Dan untuk mengantisipasi persaingan ketat, pria yang murah senyum dan tampan ini menyikapinya dengan selalu memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen baik dari segi rasa bakso yang enak, harga bakso terjangkau, pemilihan bahan baku bakso yang masih segar dan bebas bahan pengawet. Atas hal cara demikian membuat setiap hari selalu saja bertambah para pelanggannya. Hal ini dikarenakan rasa baksonya yang khas dan enak. Kemudian untuk memperkuat merek dan brand ia memberi nama baksonya dengan nama Bakso Ayu. 
 
Sukses Usaha Sampingan Bisnis Bakso 
Erwin Nalfa pada mulanya adalah seorang karyawan tetap di sebuah Perusahaan Balai Benih Ikan yang berlokasi di wilayah Kampung Simpang Kelaping Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. Ia menjalani profesi tersebut hingga berpuluh tahun lamanya. Namun setelah dirasakan secara lama, ternyata gaji bulanan sebagai seorang karyawan tidak mencukupi untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari apalagi ia sudah berkeluarga. Atas hal itu, ia berencana membuka usaha sampingan untuk menambah pemasukan keuangan keluarga. Tapi ia masih berpikir mengenai jenis usaha sambilan apa yang hendak dilakoninya. The power of kepepet dirasakan betul pria yang ramah ini untuk mencukupi kebutuhan hidup diri dan keluarganya sehari-hari. Tapi usaha sampingan apa yang hendak dilakukannya mengingat ia sama sekali sangat sedikit keterampilan usaha yang dikuasainya. 
Terlintaslah ide menjual bakso secara keliling karena ini adalah usaha sampingan yang mampu dikerjakannya disamping bekerja sebagai karyawan di Balai Benih Ikan. Mulailah Erwin memulai bisnis sampingan berdagang bakso keliling. Ia yakin dengan usahanya ini ia dapat meraih kesuksesan yang gemilang. Namun untuk menggapai keberhasilan dalam bisnis bakso tidak gampang. Ia mengalami berbagai rintangan dan hambatan. Tapi ia pantang menyerah dan terus menerus belajar cara membuat bakso yang enak dan lezat yang kelak disukai banyak orang. Ia tidam mudah menyerah menghadapi tantangan dan hambatan dalam usaha baksonya itu. Jika sedang mengalami masalah dalam bisnis bakso keliling salah satu orang yang dijadikan temoat curahan hatinya adalah isteri tercinta, Nurmala. Ia merasakan betul pahit getirya menjalani hidup sebagai penjual bakso keliling baik di musim hujan maupun musim kemarau. Kepanasan dan kehujanan sudah biasa ia hadapi dalam menjual bakso secara keliling. 
 
Namun satu hal yang pasti, Erwin selalu bekerja dengan penuh semangat dan giat. Hal ini karena rasa cintanya yang besar terhadap keluarga tercinta di dalam rumah. Sabar, tekun, rajin, pantang menyerah adalah sikap yang dimilikinya dalam menjalani profesi sebagai pedagang bakso keliling. Ia ingin membahagiakan keluarga tercinta, isteri tersayang dan anak-anaknya dengan pendapatan yang lumayan besar dari usaha berjualan bakso secara keliling. Kelak jika suatu saat usaha bakso maju ia bercita-cita membuka usaha bakso secara menetap di depan rumah. 
 
Setiap hari pria yang berperawakan kurus ini mesti mendorong gerobak bakso yang lumayan berat dari satu desa ke desa lain. Ia mencari pelanggan dan konsumen bakso. Ia tak merasa malu melakukan hal demikian. Selama.pekerjaan itu halal dan memguntungkan serta tidak merugikan orang lain maka pantas untuk dilakukan. Tak terasa sudah tiga tahun Erwin menjalani profesi sebagai penjual bakso secara keliling. Dari mendorong gerobak bakso yang sangat berat setiap hari hingga mesti mengetuk mangkuk bakso berkali kali demi mendapatkan para pembeli. Bakso begitulah teriakan Erwin setiap hari membuat orang di sekitarnya tak asing lagi dengan suara itu. Tak jarang mereka membeli bakso darinya apalagi di musim hujan laris manis jualan bakso pria sederhana ini. 
 
Erwin Nalfa mengakui sangat gembira jika ada pembeli yang datang menghampirinya atau memanggilnya. Sebab dari sanalah keuntungan bisa didapat. Setelah mendapatkan seorang pembeli kemudian Erwin melayani pembeli tersebut dengan terlebih dulu memberikan senyuman manis yang tulus ikhlas. Ia mengerti betul bahwa seorang pembeli harus ramah terhadap konsumennya walaupun ia sedang dalam kondisi lelah dan capek. Tak terasa karena sudah biasa berpuluh kilometer jarak perjalanan ia tempuh demi menjajakan bakso. Rute berjualan bakso keliling dimulai dari temoat tinggalnya hingga ke daerah Padekok lalu ke Simpang Kelaping dan beristirahat di daerah ini. Selepas beristirahat seperti makan dan solat kemudian ia melanjutkan berjualan bakso ke daerah Kampung Kayukul hingga tiba di tempat tinggalnya. 
 
Profesi sebagai karyawan di sebuah perusahaan tidak ia tinggalkan. Pagi hari ia bekerja sebagai karyawan tetap di perusahaan Balai Benih Ikan. Kemudian selepas pulang kerja tepatnya di siang hari ia melakukan usaha berdagang bakso secara keliling untuk menambah penghasilan keluarga tercinta dan mencukupi kebutuhan hidup diri dan keluarganya. Lelah, capek dan jenuh ia rasakan betul tapi karena kebutuhan ekonomi mendesak dengan terpaksa ia harus menjalani dua profesi tersebut secara sekaligus pada hari yang sama. Ia ingin membahagiakan keluarga termasuk isteri dan tiga orang buah hatinya dengan penghasilan yang memadai dan layak. 
 
Dalam menjalani profesi sebagai pedagang bakso keliling ia tidak menetapkan tarif bakso permangkuk kepada para pelanggan. Ia mempersilakan para pelanggan untuk memberinya uang berapapun terserah mereka dari bakso yang mereka beli darinya. Hal ini dikarenakan Erwin merasa kasihan dengan para pelanggannya tersebut yang kebanyakan kelas ekonomi ke bawah. Dan ia melakukan demikian supaya para pelanggannya senantiasa senang dan membeli bakso terus darinya. Itu adalah salah satu strategi jitu menggaet konsumen loyal bakso yang dilakukan oleh pria cerdas ini seperti yang dilakukan oleh kakek penulis dalam berjualan bakso menggunakan gerobak dorong bakso di Bandung. 
 
Lelah mendorong gerobak baso dari satu wilayah ke wilayah lain membuat Erwin memutuskan berjualan bakso secara rumahan atau menetap. Kemudian ia menyewa sebuah tempat strategis yakni sebuah rumah di pinggir jalan desa sebagai tempat mangkal menjual bakso. Berjalan waktu, pelanggan bertambah banyak setiap hari. Pendapatan dari gerai bakso meningkat tajam yang membuat ia bisa membangun sebuah ruko dan membeli beberapa lahan tanah yang kemudian didirikan usaha bakso di atasnya. Dan kini gerai usaha baksonya senantiasa dikunjungi banyak orang dari berbagai kalangan seperti anak-anak, ibu rumahtangga, karyawan, buruh, pengusaha dll. Para pembeli bakso membludak terpaksa mengantri. 
 
Kini Erwin beserta keluarga tercintanya hidup bahagia dengan berlimpah harta. Isteri dan ketiga anaknya hidup layak dan berkecukupan. Hal ini disebabkan karena keberanian Erwin dalam mengubah posisi dari penjual bakso keliling menjadi penjual bakso rumahan yang menetap. Karena usaha bakso rumahan lebih beaar keuntungan dari penjual bakso keliling yang menghabiskan waktu dan tenaga. 
 
Bisnis Bakso Untung Rp 3 Juta Perhari 
Ditanya mengenai keuntungan usaha bakso secara rumahan, Erwin mengatakan setiap haria ia memperoleh laba bersih sekitar Rp 3 juta perhari. Wow lumayan besar kan?! Kesuksesan bisnis bakso yang digapainya tidak membuat ia sombongbtinggi hati. Justeru ia semakin rendah hati dan semakin dermawan. Kepada orang miskin ia senantiasa memberikan pertolongan seperti memberikan bakso secara gratis. Pria yang cekatan ini sangat ramah dan mudah akrab terhadap para pelanggan baksonya dan ramah sekali terhadap tetangga dan penduduk sekitar. Padahal ia seorang perantau dari daerah lain. Setiap bulan dan tahun ia senantiasa menunaikan zakat hasil perdagangan jualan baksonya dan menunaikan zakat fithrah karena sudah mencapai hisab.
 
Sekarang kehidupan Erwin berubah drastis menjadi orang kaya raya baru di daerahnya dari hasil jualan bakso. Dulu ia miskin tapi kini menjadi orang kaya raya dengan penghasilan puluhan juta perbulan. Hal ini bisa diwujudkan karena kerja keras, keyakinan usaha, optimis, tekun, ulet, sabar dan jiwa pantang menyerah yang melakt dalam dirinya. Dari penjual bakso keliling yang miskin ia menjadi pengusaha bakso yang sukses besar dan kaya raya. Jika anda mau meneladaninya maka baca terus berkali-kali kisah perjuangannya. 
 
Sementara itu, kini ia mempunyai sebuah kantin bakso bernama Kantin Bakso Ayu yang selalu dipadati para pembeli dari penduduk sekitar dan luar daerah dari semua kalangan. Seperti masyarakat biasa, anak-anak, kaum ABG, anak muda, orang dewasa, artis, pengusaha, karyawan, dll. Jalan di depan gerai baksonya menjadi macet di sore hari saking membludaknya para pembeli yang datang. Hal ini tak terlepas dari cita rasa baksonya yang enak dan lezat yang diseukai banyak orang. Sedangkan harga bakso yang ditawarkan sangat terjangkau sebesar Rp 6000 per porsi satu mangkok. 
 
Itulah kisah Sukses Usaha Sampingan Bisnis Bakso Untung Rp 3 Juta Perhari. Semoga bisa memberikan pencerahan dan bermanfaat bagi sobat semua.