Rabu, 23 Maret 2016

Cara Menjadi Guru Yang Baik Dan Teladan


Cara Menjadi Guru Yang Baik Dan Teladan - Perjalanan nasib seseorang memang kadang sulit di duga. Ada kala apa yang dilakoninya dikemudian hari berbeda dari yang dicita-citakannya semula. Karena, semua memang berpulang pada kehendak Allah SWT. Setiap manusia boleh berencana tapi Allah SWT jualah yang menentukan. Dibalik semua kejadian itu ada hikmah bagi seseorang yaitu suatu rencana Allah SWT yang mungkin pada hari ini kita belum tahu maknanya. Namun, satu hal yang tidak boleh dilupakan bahwa kerja keras, berbakti kepada orang tua serta ikhlas kepada Allah SWT merupakan kunci meraih kesuksesan. Itu pula yang tercermin pada pria bernama lengkap Drs. Zamzam Mauludin yang kini menjabat sebagai Kepala SMUN 1 Soreang.

Cara Menjadi Guru Yang Baik Dan Teladan
Suasana Cara Menjadi Guru Yang Baik Dan Teladan
Pria yang akrab disapa Zamzan ini dilahirkan dari pasangan H. Tatang Buchori dan Aan Rohanah, sebuah keluarga pendidik. Ibunya seorang pensiunan guru SD, begitu juga dengan ayahnya yang seorang pensiunan guru. Keduaorangtuanya yang sederhana dan pekerja keras sangat mendorong kepada anak-anaknya agar terus sekolah, sehingga anak-anaknya kini rata-rata sudah menyelesaikan S1 termasuk Zamzam.

Mengenai latar belakang pendidikan Zamzam, dimulai ketika ia masuk SD Pangauban 1, kemudian melanjutkan SMP di Margahayu. Selepas SMP, ia meneruskan ke SMA 4 di Bandung. Setelah lulus SMA, atas dasar ingin menyenangkan orang tuanya Zamzam masuk ke UPI Bandung Jurusan Ekonomi Perusahaan mengambil program S-1. Berkat doa restu orang tuanya ia merasa enjoy dan barokah dalam menjalani kuliahnya.
            "Dulu sebenarnya saya bercita-cita masuk ke Fakultas Hukum Jurusan Hukum Internasional UNPAD, tetapi ayah saya tidak mengijinkan sehingga masuk ke UPI Bandung. Dan masuk ke UPI tidak pernah terlintas cita-cita menjadi guru. Cita-cita sewaktu kecil pernah ingin menjadi dokter, insinyur dan supir bis. Yang paling berkesan adalah ingin menjadi supir bis. Kalau melihat supir bis membawa mobil besar kelihatannya keren dan hebat. Tapi takdir menentukan lain, saya harus menjadi seorang pendidik", ujar pria yang memilih Nabi Muhammad SAW  sebagai tokoh favoritnya ini.
            Pada waktu masuk ke UPI Bandung timbul kesadaran terbesarnya ketika praktek mengajar, dari sana muncul kesenangan mengajar, karena ada penyaluran idealisme dalam mendidik anak bangsa. Oleh sebab itu, sebelum kuliah selesai, ia sempat menjadi guru honorer di sebuah Madrasah Aliyah di Margahayu tahun 1983, bahkan tahun 1984 mengajar di SPG (Sekolah Pendidikan Guru), sehingga kuliahnya sempat terbengkalai. Kemudian setelah lulus kuliah, ia mengajar di SMAN 1 Ciwidey yang baru berdiri. Ia bersama teman-temannya membangun sistem bagi SMAN 1 Ciwidey, sehingga ia memiliki andil besar dalam merintis sekolah ini hingga berkembang sampai sekarang ini. Hal ini dikarenakan pada waktu itu, ia dipercaya menjadi Wakasek di SMAN 1 Ciwidey sejak tahun 1989.
            Dua belas tahun kemudian, di Kabupaten Bandung diadakan kesempatan bagi guru-guru untuk mengikuti testing menjadi kepala sekolah, pria yang merasa enjoy sebagai pendidik dan pernah membuka lembaga kursus Primagama dengan mengajar komputer ini, ditunjuk untuk mewakili SMAN 1 Ciwidey. Dari testing tersebut, ia dinyatakan lulus sebagai Kepala Sekolah dengan mendapatkan nilai terbaik. Walaupun demikian, hal itu tidak terlalu mengejutkan dirinya karena sebelumnya ia pernah menjadi Kepala Sekolah SMA Swadaya Karya di Cibuni selama 3 tahun. Kemudian setelah diangkat oleh Negara menjadi Kepala Sekolah, ia ditempatkan di SMAN Pangalengan pada tahun 2002. Karena kinerjanya baik selama memimpin SMAN Pangalengan, selanjutnya ia ditempatkan di SMUN 1 Soreang pada tahun 2005 hingga sekarang.
            Selain sebagai Kepala SMUN 1 Soreang ia juga menjabat sebagai Sekretaris MKKS Kabupaten Bandung, sebuah Kelompok Kerja Kepala Sekolah yang pernah membuat program berjudul "Sukses Ujian Nasional 2007"  dengan memberikan suatu panduan bagi seluruh sekolah bahwa tiap sekolah harus mempersiapkan Ujian Nasional lewat program pemantapan, dan try out. Program tersebut telah disepakati oleh seluruh Kepala Sekolah di Kabupaten Bandung bekerjasama dengan regulator pendidikan. Lahirnya program tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai pihak karena telah memberikan manfaat bagi para siswa, guru, dan masyarakat pada umumnya.

Kiat Membina Hubungan Baik dengan Orang
            Sekolah yang dipimpin Zamzam saat ini, SMUN 1 Soreang didirikan pada tahun 1983 dan saat ini memiliki SDM atau staff sebanyak 100 orang. Guna menjalin hubungan baik dengan bawahan, ia selalu melaksanakan setiap pekerjaan yang dipercayakan kepadanya secara profesional dan teamwork. Menurutnya bahwa zaman sekarang tidak ada yang namanya Superman dalam suatu manajemen, yang ada hanyalah teamwork. "Seseorang tidak ada artinya tatkala dia tidak bekerja secara teamwork dan tidak mampu menumbuhkan potensi-potensi yang ada disekitarnya", ujar pria yang selalu terbuka terhadap guru dan stakeholder lainnya secara akuntabel dan transparan demi kemajuan sekolah yang dipimpinnya ini. Selain itu, untuk membina hubungan baik dengan para bawahannya dilakukannya menggunakan hubungan dinas yang lebih diwarnai dengan hubungan kekeluargaan.
Cara Menjadi Guru Yang Baik Dan Teladan
            Disinggung tentang obsesi yang mungkin masih terwujud, Zamzam mengatakan ia mempunyai keinginan untuk menciptakan  SMAN 1 Soreang menjadi sekolah yang sangat nyaman bagi anak didik, artinya "saya harus menciptakan sekolah ini agar anak betah belajar, dan guru betah mengajar. Selain itu, saya juga harus menciptakan sekolah ini agar dipercaya oleh masyarakat", ujar pria yang ramah dan murah senyum tiap bersua dengan setiap orang ini. Untuk menuju kearah tersebut, ia sudah memulainya dengan membenahi seluruh prasarana dasar, seperti membangun Laboratorium Komputer, Bahasa, dan IPA. Selain itu, keinginan berikutnya ia ingin agar SMUN 1 Soreang menjadi memadai dari segi sarana dan prasarana sebagai bentuk pelayanan optimal kepada masyarakat dan anak didik, misalnya memiliki laboratorium tidak hanya satu tapi banyak, juga ingin memiliki Laboratorium Fisika, Kimia, Biologi, multimedia, dan IPS. Diharapkan dengan adanya fasilitas di SMUN 1 Soreang yang lengkap dan memadai bisa memberikan layanan optimal kepada seluruh siswa sehingga siswa yang kreatif dan inovatif bisa lahir dari SMUN 1 Soreang. Untuk meraih kearah tersebut, ia berharap kepada guru-guru SMUN 1 Soreang agar mempunyai standar idealisme yang sama, sebab jika seorang guru tidak memiliki idealisme maka guru tersebut akan melakukan tugas/pekerjaannya asal gugur kewajiban sehingga hasilnya tidak maksimal.
            "Harapan saya empat atau lima tahun kedepan secara fisik SMUN 1 Soreang bisa berkembang menjadi dua lantai, dengan fasilitas laboratorium yang lengkap, sehingga orang tua percaya dan anak didik serta guru menjadi betah di SMUN 1 Soreang. Selain itu, keinginan dimasa datang bahwa SMUN 1 Soreang bisa menjadi institusi pendidikan yang ideal yang mencetak generasi-generasi yang memiliki idealisme, kreatifitas, dan inovasi tinggi, sehingga mampu mengantarkan bangsa Indonesia kearah bangsa yang lebih maju", harap pria yang cerdas dan cekatan ini. 

            Terhadap dunia pendidikan di Indonesia sekarang ini, pria yang selalu terlihat enerjik dan sederhana ini merasa prihatin tatkala pendidikan di tanah air dihujat sebagai biang keladi 'kebobrokan' bangsa, sulit menerima perubahan, konvensional, dan lain-lain. Hal ini perlu dirubah sendiri oleh kalangan pendidik dan institusi pendidikan bahwa seorang pendidik mesti menjadi agent of change (agen perubahan). Syarat untuk berubah didunia pendidikan adalah semua guru dan stakeholder harus inovatif dan kreatif. Apalagi Kepala Sekolah harus menjadi seorang  inovator. Dalam globalisasi sekarang ini, inovatif dan kreatif merupakan dua kata kunci yang mewarnai kehidupan dunia, misalnya sekarang Jepang tidak memproduksi barang-barang yang tahan lama seperti Handphone padahal mereka mampu membuat Handphone yang kuat puluhan tahun, mereka cukup membuat Handphone yang kuat selama 2 tahun, yang penting setelah itu ada lagi yang lebih baik. Berarti proses kreatif dan inovatif ini menjadi kata kunci di semua lini kehidupan.
             Untuk mengarah kepada kreatif dan inovatif harus ditumbuhkan suatu situasi dan kondisi yang memungkinkan seluruh stakeholder pendidikan bisa kreatif dan inovatif. Ini yang coba ditumbuhkembangkan di SMUN 1 Soreang, seperti mendesain ruangan dengan warna warni sesuai dengan kehendak para siswa. Selain itu, untuk mengembangkan sikap kreatif dan inovatif para siswa, di sekolah ini mencoba penggunaan musik klasik yang bisa merangsang otak kanan. "Setiap kreatifitas yang muncul dari siswa kita fasilitasi, sehingga memberi dampak positif bagi prestasi para siswa. Diantaranya meraih Juara Pertama Voli, Juara Kesenian, Juara Paduan Suara, dan lain-lain. Itu merupakan hasil dari kreatifitas dan inovasi", tutur pria yang sering mengajak rekan guru dan kepala sekolah untuk mengembangkan idealisme didunia pendidikan ini.
Harapan terhadap Dunia Pendidikan di Indonesia
            Dalam UU Sisdiknas disebutkan bahwa tanggungjawab pendidikan tidak hanya bertumpu kepada sekolah tapi juga pemerintah dan masyarakat. Oleh sebab itu, kepada pemerintah dan masyarakat, ia berharap ikut membangun pendidikan di Indonesia kearah yang lebih baik. Selain itu, anak sulung dari enam bersaudara ini merasa prihatin tatkala dunia pendidikan di Indonesia sering disebut biang masalah bangsa, karena hal itu bisa mengakibatkan masyarakat tidak percaya kepada dunia pendidikan sehingga bisa membahayakan masa depan bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, menurutnya, dunia pendidikan harus muncul menjadi sosok yang ideal, dengan didukung oleh semua pihak termasuk rekan pers dan pemerintah serta masyarakat. Juga kewibawaan institusi pendidikan harus dijaga sebaik-baiknya, karena satu-satunya harapan bangsa Indonesia dimasa depan bertumpu pada dunia pendidikan.
            "Jika institusi pendidikan tidak ideal, maka institusi manalagi yang bisa diharapkan bangsa Indonesia dimasa datang. Didunia pendidikan ini harus ideal, dan perlu dukungan dari semua pihak seperti pemerintah dan masyarakat", ujarnya penuh semangat. Oleh sebab itu, sekarang ini ia merasa prihatin terhadap perhatian pemerintah yang masih kurang berpihak kepada SMU. Menurutnya, hal ini terjadi karena saat ini pemerintah lebih  memprioritaskan Wajib Belajar 9 tahun sampai SMP. Ditambah dengan kebijakan pemerintah agar tahun 2012 ada keseimbangan antara jumlah SMU dan SMK. Hal ini diterjemahkan oleh regulator pendidikan bahwa bantuan ke SMU semakin dikurangi, padahal SMU sebagai institusi pendidikan yang sama di Indonesia harus juga sama-sama diperhatikan. Selain itu, ia berharap kepada pemerintah agar segera mengimplementasikan UUD 1945 tentang anggaran pendidikan sebesar 20 persen baik dari APBN dan APBD. Kalau itu diimplementasikan, maka kesulitan-kesulitan keuangan yang dihadapi sekolah akan sedikit berkurang. Menurutnya, hanya konsistensi dari pemerintah masih kita tunggu kapan dapat terealisasikan anggaran tersebut.
            Sementara itu terhadap orang tua siswa saat ini, ia menilai bahwa akibat lemahnya ekonomi dan dampak kebijakan program JPS (Jaring Pengaman Sosial), perhatian orangtua terhadap pendidikan relatif menurun. Pada waktu itu kebijakan program JPS bagus dengan membantu yang tidak mampu tapi ada dampaknya yang sekarang tidak bagus, yakni orang yang tidak mampu dan yang mampu sama-sama menunggu bantuan sehingga perhatian terhadap kewajiban administrasi mereka sering tercecer (menunggak). Bagi yang tidak mampu bisa dipahami tapi bagi yang mampu Zamzam mengharapkan agar mereka bisa meningkatkan kesadaran untuk memenuhi kewajiban.            
Prinsip/Motto HidupTerbaik 2016
            Di dalam menjalani kehidupannya, Zamzam mempunyai dan menerapkan prinsip dan motto hidup ''menerima apa adanya, ikhlas dan selalu bersyukur'. Ia berusaha menerima apa adanya dengan melakukan segala sesuatu dengan dasar keikhlasan dan menerima apapun hasil yang dikerjakan dengan penuh kesyukuran sehingga doa yang senantiasa ia lantunkan kepada Allah SWT yaitu "Mudah-mudahan Allah SWT memasukkan saya kedalam golongan orang-orang yang bersyukur". Menurutnya, ia ingin menjadi orang yang bersyukur sebab orang yang bersyukur akan ditambahkan kenikmatan oleh Allah SWT, dan dari sisi rezeki seringkali mendapatkan karunia Allah SWT dari arah yang tidak disangka-sangka. "Itu prinsip saya yang melekat dalam hati melalui keluarga dan guru-guru terdahulu agar selalu senantiasa menjadi orang yang hidup biasa tapi melakukan segala sesuatu dengan dilandasi dasar keikhlasan dan selalu bersyukur", ujar pria yang menyenangi tempat liburan di rumah dan dikolam ini.
            Prinsip/motto hidup itu juga dijalaninya dalam kehidupannya sehari-hari. Dan sebagai Kepala Sekolah, ia sering mengajak kepada bawahannya agar selalu hidup ikhlas. Menurutnya, bila seseorang bekerja tanpa keikhlasan apalagi yang bisa diharapkan. Kalau kita bekerja ikhlas semata-mata karena Allah SWT, mudah-mudahan ini sebagai lahan amal. "Selain itu, keikhlasan tidak mengurangi sisi hak-hak finansial bahkan mendapatkan uang lebih banyak dan lebih barokah", ujar pria yang harus berprinsip 'Jadilah Diri Sendiri' ini. Itulah yang coba ia kembangkan mengenai pentingnya keikhlasan dan rasa syukur nikmat kepada Allah SWT ini. Oleh karena itu, ia dan keluarganya senantiasa berdoa agar mereka dimasukkan dalam golongan orang-orang yang ikhlas dan mampu mensyukuri nikmat Allah SWT. Amiin.
Arti Penting Keluarga
             Dalam kehidupan berumahtangga, Zamzam menikah dengan Tini Suartini, Spd seorang guru SD pada tahun 1989, dan saat ini telah dikaruniai tiga orang anak, 2 putra dan 1 putri. Anak sulungnya bernama Rio Nizam Muhammad yang sekarang sekolah di Madrasah Aliyah, dan anak keduanya bernama Revina Noor Zamzam yang masih kelas 6 SD. Dan yang bungsu bernama Yeza Aflah Mubarrok yang berusia 3 tahun pada bulan Agustus mendatang. Didalam membina dan membimbing keluarga, pria yang dikenal pekerja keras dan ulet ini memiliki motto 'Rumahku Sorgaku'.   
            Keberhasilan dan kesuksesannya yang kini diraihnya tak lepas juga berkat pengertian dan dukungan penuh dari keluarganya, terutama isteri tercintanya dan ketiga anak tersayangnya. Isterinya yang seorang guru sangat memahami dan pengertian terhadap pekerjaan yang dijalaninya. Dukungan mereka sangat berarti dalam menunjang karirnya sehingga seperti sekarang ini. Oleh sebab itu, ditengah kesuksesannya berkarir, Zamzam tak melupakan waktunya untuk menyempatkan diri berkumpul bersama keluarga. Sampai saat ini komunikasi dapat berjalan terus dengan baik.
Pesan Mario Teguh terhadap Generasi Muda
            Melihat perkembangan kehidupan generasi muda saat ini, Zamzam merasa prihatin karena kehidupan yang mereka hadapi semakin hari kian sulit, yang sangat berbeda dengan generasinya." Saya dulu kalau mau menjadi pegawai negeri tidak terlalu sulit, tapi generasi sekarang kalau mau menjadi pegawai negeri sangat sulit. Semakin lama pesaingnya kian besar", tutur pria kelahiran Bandung, 11 Agustus 1962 ini. Ia meneruskan, apalagi sekarang ini di beberapa pabrik sudah mulai banyak karyawan dirumahkan dan di PHK. Artinya kehidupan ekonomi generasi muda sekarang ini akan semakin sulit, dan ini merupakan tanggungjawab kita semua termasuk para pemegang kebijakan di pemerintah. Dalam menghadapi situasi seperti itu diharapkan kepada generasi muda agar meningkatkan kualitas diri, baik keimanan maupun keilmuan.
            "Sebab semuanya berawal dari keimanan tanpa keimanan akan banyak orang pintar yang hanya membodohi orang-orang bodoh. Tapi kalau dasarnya keimanan mudah-mudahan generasi muda sekarang menjadi pribadi yang pintar, kreatif, inovatif, sehingga mereka tidak akan kesulitan mencari nafkah. Karena setiap melihat sesuatu sekecil apapun bisa menjadi peluang usaha untuk menopang kehidupan dimasa datang", tutur pria yang pernah menjadi Kepala Sekolah termuda di Kabupaten Bandung ini. Menurutnya, bila hal itu dilakukan oleh generasi muda maka bangsa Indonesia kedepannya akan menjadi bangsa yang kreatif dan inovatif serta bermartabat.
             "Saat ini sangat sulit berharap kepada pemerintah untuk memberikan lapangan kerja. Apalagi lulusan sekolah belum tentu terserap oleh lapangan kerja yang ada sehingga timbul pengangguran baru. Oleh sebab itu, kepada generasi muda diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan keilmuan," ujar pria yang dipercaya sebagai Wakil Ketua Asosiasi Guru IPS Propinsi Jawa Barat ini. Lanjutnya, bila generasi muda tidak dilandasi keimanan dan keilmuan maka kekhawatiran meningkatnya kejahatan bukan sesuatu yang mustahil. "Saya berharap kepada generasi muda hendaknya ditingkatkan pendekatan keimanan bukan pendekatan matematis, yakni yakin bahwa Allah SWT menurunkan umat-Nya dengan rezekinya masing-masing.Walaupun secara matematis kedepannya hidup terasa kian sulit tapi karena dasarnya keimanan maka tidak sulit bagi Allah SWT untuk merubah nasib suatu kaum tatkala umat-Nya mau merubah nasibnya sendiri", harap pria yang saat ini dipercaya menjabat Wakil Ketua MKKS Propinsi Jawa Barat sambil menutup percakapan dengan Tim Profil dengan mengutip ayat Al-Qur'an Surat Ar-Ra'du ayat 11: " Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu mau merubah nasibnya sendiri."Cara Menjadi Guru Yang Baik Dan Teladan