Senin, 16 Mei 2016

Cara Pemasaran Ampuh Melalui Konsinyasi (Titip Jual)



Cara Pemasaran Ampuh Melalui Sistem Konsinyasi (Titip Jual) – Salah satu hal yang diidamkan orang termasuk anda dan penulis adalah mempunyai sebuah usaha yang mampu membiayai kebutuhan hidup sehari-hari. Ada dua cara yang bisa ditempuh seseorang dalam membuka suatu usaha yakni ia memproduksi barang lalu dijual dan dipasarkan. Atau ia bisa menjualkan barang atau produk buatan orang lain di tokonya sendiri. Lalu bagaimanakah cara memasarkan barang atau produk yang ampuh dan terbukti menguntungkan? Pada kesempatan kali ini, akan dibahas satu metode ampuh dan manjur dalam memasarkan suatu barang yakni melalui system konsinyasi atau titip jual.
 
Cara Pemasaran Ampuh Melalui Konsinyasi (Titip Jual)
Cara Pemasaran Ampuh Melalui Konsinyasi (Titip Jual)
Para pemilik warung maupun toko tidak ingin memiliki resiko dalam menjalankan roda usahanya. Seminimal mungkin menghindari resiko kerugian. Salah satunya adalah dengan cara menerima barang atau produk dari supplier dan distributor melalui system titipjual. Pemilik toko dan warung tidak perlu mengeluarkan modal uang. Yang penting lokasi usaha strategis dan banyak pembeli.

Penulis sudah tidak asing lagi dengan system konsinyasi dan titip jual. Karena penulis pernah merasakan langsung sebagai penjual makanan ringan snack keliling dari satu warung ke warung lain menggunakan system konsinyasi. Ternyata barang yang dititip jual tidak muddah begitu saja diterima oleh pemilik warung dan toko disebabkan beberapa sebab. Misalnya sudah ada produk serupa, barang yang dititip jual diprediksi tak akan laku terjual, dan lain sebagainya.

Cara Pemasaran Ampuh Melalui Sistem Konsinyasi (Titip Jual)
Mungkin anda sering melihat tenaga pemasaran yang menggunakan sepeda motor atau gerobak keliling sambil membawa barang dagangan yang akan dikonsinyasi atau titip jual di sejumlah toko dan warung. Misalnya tenaga pemasaran produk kerupuk, roti, kue, snack, sale pisang dan lain sebagainya yang menitipkan barang jualan ke warung dan toko.

Mengapa system konsinyasi dan titip jual ini dipergunakan banyak sales? Karena system ini terbukti efektif win solution atau saling menguntungkan antara sales dan pemilik warung / toko serta konsumen.

Untuk menjalankan usaha dengan system konsinyasi sangat gampang. Pertama setelah sobat mempunyai produk atau barang yang hendak dijual kemudian mencari toko dan warung. Kepada pemiliki usaha toko dan warung tersebut utarakan permintaan untuk titip jual barang secara konsinyasi. Para pemilik warung dan toko sudah mafhum dengan system ini. Adapun keuntungan pemilik toko warung bervariasi sekitar Rp 200-Rp 9000 per produk barang yang terjual. Lumayan bukan?!

Hal ini diterapkan pula oleh perusahaan sale pisang ambarsari yang menerapkan system konsinyasi pada produk yang dijualnya di sejumlah outlet di kota Bandung dan Bogor. Misalnya harga sale pisang ambarsari sebesar Rp 22000 / bungkus. Kemudian oleh pemilik warung toko dijual seharga Rp 31000 perbungkus. Jadi keuntungan yang didapatkan pemilik warung toko sekitar Rp 9000 perbungkus. Lumayan sekali. Jika dalam satu hari terjual 10 bungkus sale pisang maka bisa meraup laba bersih sekitar Rp 9000 x 10 = Rp 90000.

Namun memulai usaha makanan system konsinyasi ada kekurangannya yakni makanan adalah sebuah produk yang memiliki masa kedaluwarsa. Sehingga setiap bulan harus dikontrol dan ditagih kepada pemilik warung toko, lalu dipasok kembali dengan produk baru yang fresh atau baru dibuat. Pemilik warung toko tidak akan mendapatkan kerugian apapun. Sebab jika barang tidak terjual atau rusak atau sudah kedaluwarsa maka itu tanggungjawab sales. Barang bisa dikembalikan. Tips sukses membuka bisnis dengan system konsinyasi titip jual adalah memilih warung dan toko yang sangat laris manis. Jika sobat menitipkan barang dagangan kepada toko dan warung yang kurang pembeli akan mengakibatkan kerugian. Sebab makanan cepat basi dan tidak layak konsumsi.

Demikianlah cara pemasaran ampuh melalui sistem konsinyasi (Titip Jual). Semoga bisa memberikan manfaat mengenai sistem pemasaran konsinyasi.