Selasa, 26 Mei 2015

Sukses Usaha Kerajinan Dari Enceng Gondok



Sukses Usaha Kerajinan Dari Enceng Gondok - Di pedesaan seringkali kita temui tumbuhan bambu dan enceng gondong. Adapun tumbuhan enceng gondok tumbuh liar di atas air dan menyebar semakin banyak. Dari satu tumbuhan enceng gondok menjadi berpuluh tumbuhan serupa. Jika ditanya tentang enceng gondok maka sebagian besar orang akan menilai bahwa enceng gondok termasuk tumbuhan liar tak ada artinya dan harganya. Sehingga sangat jarang orang membudidayakan jenis tanaman ini. Pendek kata, sebagian besar orang tidak mengetahui kegunaan dari tumbuhan enceng gondok. Sehingga menganggapnya tumbuhan air tak berguna. Bahkan lebih parah lagi banyak orang yang mencela enceng gondok sebagai tanaman pengganggu. Benarkah demikian?
 
Sukses Usaha Kerajinan Dari Enceng Gondok
Sukses Usaha Kerajinan Dari Enceng Gondok
Enceng gondok termasuk tumbuhan yang hidup di air-air dan di rawa-rawa. Potensi enceng gondok yang banyak di pedesaan harus dapat dimaksimal dengan diubah menjadi barang-barang kerajinan atau produk berguna. Hal ini akan memberikan keuntungan finansial yang lumayan. Hal ini pula yang dilakukan oleh pria yang masih muda belia bernama lengkap Rafi Hartono yang berhasil mengubah enceng gondok menjadi produk yang bermanfaat dan berkualitas baik.

Pada mulanya, Rafi Hartono bersama sejumlah temannya mempunyai ide untuk mengolah enceng gondok jadi sebuah kerajinan yakni mainan mobil-mobilan berbentuk bemo untuk anak-anak yang dibuat dari tumbuhan enceng gondok. Ide itu coba direalisasikan oleh mereka dan ternyata berhasil. Berkat kerja keras, keuletan, kreatifitas tinggi, sikap pantang menyerah dan kecermatan, akhirnya mereka sukses mengolah enceng gondok jadi barang seni yang kreatif yang diharapkan bisa menghasilkan pendapatan yang lumayan.

Sukses Usaha Kerajinan Dari Enceng Gondok
Lalu pada suatu hari, seseorang melihat kerajinan tangan buatan Rafi dan temannya itu. Orang itu tertarik kemudian menawar kerajinan mainan mobil-mobilan itu. Berjalan waktu, Rafi Hartono dikunjungi oleh Pemerintahan setempat dari dinas pemuda dan olahraga kota Semarang. Adapun tujuan kedatangan mereka untuk membantu dalam aspek pemberian modal usaha dan membantu dalam aspek pemasaran.

Sementara itu, harga jual dari produk kerajinan mobil bemo mainan dari enceng gondok itu sebesar Rp.85.000. Sedangkan mainan lokomotif kereta dijual dengan harga sebesar Rp. 375.000, tutup lampu dibanderol dengan harga Rp.60.000 dan kotak tissue dijual dengan harga Rp.35.000.  Kerajinan-kerajinan tersebut dipajang di galeri seninya bernama brand Geni Art yang ia bangun sendiri.

Dalam memasarkan kerajinan buatannya, pria yang akrab disapa Rafi ini tak mengalami kesukaran. Produknya banyak diminati dan dibeli banyak orang. Menurutnya, yang menjadi hambatan dalam membesarkan usahanya adalah terbatasnya sumber daya manusia yang kreatif. Selain itu, hambatan dalam membesarkan bisnisnya adalah membuat produk kerajinan dan model terbaru bagi bisnisnya. Sebab sampai sekarang, pria pekerja keras ini yang selama ini membuat model kerajinan paling baru dari enceng gondok secara sendirian lewat daya kreatifitas yang dimilikinya dengan belajar melalui media internet dan aneka macam uji coba.

Itulah Rafi Hartono yang sukses usaha kerajinan dari enceng gondok. Semoga bermanfaat bagi para pembaca. Untuk kelanjutan kisah nyatanya bisa disimak pada artikel selanjutnya berjudul Sukses Bisnis Kerajinan Unik Dari Enceng Gondok.