Rabu, 06 Mei 2015

Dahlan Iskan Dari Miskin Menjadi Kaya Raya



Dahlan Iskan Dari Miskin Menjadi Kaya Raya - Siapa yang tidak mengenal Dahlan Iskan? Semua orang tentu mengenalnya sebagai sosok yang bersih yang pada waktu pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono - Boediono, ia dipercaya menjabat sebagai Menteri BUMN. Sepak terjangnya sebagai menteri BUMN mencengangkan banyak orang. Sosoknya yang polos, bersih dan berkinerja tinggi membuat banyak orang terkagum-kagum. Dialah sosok menteri yang terjun langsung ke lapangan mengatur kendaraan yang macet di tol dengan menggratiskan tol.
 
Dahlan Iskan Dari Miskin Menjadi Kaya Raya
Dahlan Iskan Dari Miskin Menjadi Kaya Raya (http://www.dahlaniskan.net)
Lalu bagaimanakah awal kehidupan Dahlan Iskan sejak kecil hingga dewasa?

Pada tanggal 17 Agustus 1951 bertepatan dengan hari kemerdekaan negara republik Indonesia yang ke-6 lahirlah seorang bayi mungil berjenis kelamin laki-laki yang oleh kedua orangtuanya yang miskin dinamai Dahlan Iskan. Dahlan Iskan lahir tepatnya di Magetan Propinsi Jawa Timur. Itulah yang tercatat dalam ijazahnya. Adapun berkaitan tanggal kelahiran Dahlan Iskan, kedua orangtua Dahlan Iskan tak ingat betul secara pasti tanggal berapa Dahlan Iskan dilahirkan. Maklum saat itu, kedua orangtuanya tidak mencatatnya. Oleh sebab itu, Dahlan Iskan sendiri yang memilih tanggal kelahirannya. Ia memilih 17 Agustus 1951 sebagai hari kelahirannya agar gampang diingat sebab bertepatan dengan hari Kemerdekaan negara kesatuan republik Indonesia.

Pada waktu kecil, pria yang ramah ini dibesarkan dalam lingkungan keluarga di pedesaan yang serba kekurangan atau miskin. Pada waktu kecil, karena kemiskinannya Dahlan Iskan hanya mempunyai satu sarung, satu baju dan satu celana pendek. Namun, hal itu tidak membuat Dahlan Iskan menyerah dengan nasibnya. Ia berjanji akan memperbaiki nasib kehidupannya beserta keluarganya. Namun demikian, walaupun dibesarkan dalam keluarga yang miskin tapi nuansa religius sangat kental di dalam keluarganya.

Menginjak usia dewasa, Dahlan Iskan bekerja di sebuah surat kabar lokal yang masih skala kecil di daerah Samarinda propinsi Kalimantan Timur sebagai seorang reporter tepatnya pada tahun 1975. Lalu pada tahun 1976, ia berhenti dari pekerjaannya tersebut dan memilih bekerja di penerbitan Tempo sebagai seorang wartawan majalah Tempo. Di tempat inilah kariernya terus menanjak. Dan pada tahun 1982, ia dipercaya menjadi pimpinan surat kabar ternama Jawa Pos hingga kini.

Dahlan Iskan Dari Miskin Menjadi Kaya Raya
Ia sukses memimpin Surat Kabar Jawa Pos yang saat itu terpuruk dan hampir bangkrut atau mati dengan oplah hanya sekitar enam ribu eksemplar menjadi sebuah perusahaan yang sangat besar yang mampu menghasilkan oplah sebesar 300 ribu eksemplar. Perubahan Jawa Pos yang cemerlang itu ia lakukan dalam waktu lima tahun saja. Kemudian Dahlan Iskan mendirikan Jawa Pos News Network disingkat JPPN yang merupakan jaringan surat kabar paling besar di tanah air dengan memiliki lebih dari delapan puluh surat kabar, majalah dan tabloid, serta memiliki empat puluh jaringan percetakan di tanah air.

Lalu dengan gagah berani, Dahlan Iskan membangun dengan sukses Graha Pena sebuah gedung pencakar langit di daerah Surabaya. Tak hanya berhenti di situ, kemudian ia membangun bangunan serupa di kota Jakarta.

Buah tangannya terus berinovasi, tahun 2002 ia sukses membangun sebuah stasiun televisi lokal di daerah Surabaya bernama JTV. Disusul kemudian ia mendirikan stasiun televisi serupa di daerah Pekanbaru yaitu Riau TV, dan di daerah Batam bernama Batam TV.

Berkat prestasi-prestasi gemilang itu, pada akhirnya Dahlan Iskan dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PLN pada akhir tahun 2009. Ia menggantikan Direktur Utama PLN sebelumnya, Fahmi Mochtar. Selain sebagai Dirut PLN, Dahlan Iskan juga sebagai presiden direktur PT Prime Electric Power di wilayah Surabaya dan Presiden direktur PT. Cahaya Fajar Kaltim di daerah Kalimantan Timur. Kedua perusahaan swasta itu bergerak dalam bidang pembangkit listrik.

Pada masa pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara mengejutkan Dahlan Iskan terpilih sebagai Menteri BUMN. Jabatan terhormat dan prestisius tersebut membuat dirinya berhenti sebagai Direktur Utama PLN dan memilih jabatan menteri. Sesuai peraturan pemerintah bahwa pejabat negara harus melaporkan harta kekayaannya, Dahlan Iskan pun melaporkan harta kekayaannya. Dalam sebuah laporan yang dirilis oleh lembaga resmi dicantumkan bahwa sejak tanggal 30 Maret 2011 jumlah harta kekayaan yang dimiliki Dahlan Iskan sebesar Rp.48,8 miliar yang terdiri-dari harta bergerak  dengan nilai Rp.2,5 miliar dan harta tak bergerak seperti bangunan dan tanah seharga Rp.8,6 miliar serta giro dan surat-surat berharga dan lain sebagainya.

Demikianlah kisah sukses Dahlan Iskan dari miskin menjadi kaya raya. Pemilik Grup Media Jawa Pos ini walaupun sekarang ini sudah tidak menjabat sebagai menteri BUMN di era pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, namun dirinya masih terus berkarya untuk negeri tercinta, Indonesia.