Senin, 18 Mei 2015

Sukses Usaha Telur Asin



Sukses Usaha Telur Asin - Seperti telah dikisahkan sebelumnya di artikel berjudul sukses bisnis telur asin, Ibu Pinik mengalami kesulitan dalam menitipkan telur asinnya di sejumlah toko dan warung. Hal ini pula hampir mirip dialami oleh penulis dalam memasarkan kerupuk seblak. Pada awalnya, penulis merasa yakin bahwa para pemilik warung menerima produk seblak penulis karena warung tidak dirugikan justeru diuntungkan. Warung pertama ditawari langsung mereka menolak. Beberapa kali pemilik warung menolak dengan alasan berbagai macam seperti kerupuk seblak tidak akan laku di warungnya, sudah ada kerupuk seblak yang sama, harganya kemahalan karena yang biasanya membeli anak-anak kecil. Tapi penulis pantang menyerah. Benar saja, ada sebuah warung yang menerima dititipkan seblak. Pemiliknya seorang lelaki dewasa. Tiga hari kemudian, penulis mau mengecek penjualan seblak di warungnya. Wow ternyata seblaknya habis dibeli konsumen. Saat itu hati penulis senang. Karena untung dapat uang lumayan.
 
Sukses Usaha Telur Asin
Sukses Usaha Telur Asin (http://www.telorasin.besaba.com)
Kemudian saat mengisi bensin di sebuah SPBU, seorang petugas pengisi bensin berjenis kelamin perempuan cantik menghampiri saya dan menanyakan harga kerupuk seblak. Penulis menjawab seperlunya. Ternyata petugas pengisi bensin itu membeli seblak dari penulis sebanyak dua buah. Wah untung lagi. Kemudian, setelah mengisi bensin sambil dapat penjualan kerupuk seblak, penulis mencoba menitipkan kembali kerupuk seblak ke sejumlah warung di pinggir jalan. Saat mencoba menawari seblak ke seorang pemilik warung, tiba-tiba pemilik warung itu membeli kerupuk seblak penulis. Wah untung lagi. Tapi penerimaan dan penjualan seblak itu harus diselingi dengan banyak penolakan di warung-warung lainnya. Jika berusaha pasti ada jalannya.

Kembali kepada cerita Ibu Pinik yang mencoba menitipkan telur asin buatannya. Para pemilik warung dan toko menolak dititipkan telur asin bikinannya dengan alasan belum dikenal orang, telur asin buatannya belum tentu disukai konsumen tokonya dan lain-lain. Untuk meyakinkan pemilik warung makanan dan toko, Ibu Pinik memberikan sample gratis untuk dicoba dicicipi oleh mereka. Namun mereka tetap menolak penitipan telur asin yang dilakukan oleh wanita berkulit putih ini. Dua minggu Ibu Pinik melakukan demikian. Penolakan demi penolakan dari pemilik warung makanan dan toko. Hampa hasilnya. Bayangkan penolakan semua pemilik warung dan toko diterimanya selama dua minggu?! Wah kuat juga ya Ibu Pinik.

Sukses Usaha Telur Asin
Kembali lagi ke pengalaman penulis, penulis satu hari saja banyak yang menolak tapi ada yang menerima. Bagus juga usaha penulis di bandingkan Ibu Pinik. Hal itu berkat sedikit pengalaman dalam bidang penjualan tatkala jadi sales perabotan alat rumah tangga di Quantum dulu. Namun penulis memutuskan berhenti berjualan dan memasarkan kerupuk seblak karena mental yang hancur sebab sering ditolak. Sehingga capek. Sekarang penulis hendak meniru gaya dan sikap Ibu Pinik yang pantang menyerah dalam memasarkan telur asin sehingga berhasil kemudian.

Benar saja, Ibu Pinik hampir putus asa akan bisnis telur asinnya. Apakah akan dilanjutkan usaha ini ataukah tidak? Sebab semua pemilik toko dan warung menolaknya. Wanita cantik ini sudah kehilangan banyak tenaga, waktu dan biaya tapi hasilnya nihil. Lebih baik berhenti berbisnis telur asin dan beralih ke bidang usaha lain yang lebih menjanjikan dan menguntungkan. Semua pemilik warung dan toko menolaknya. Apalagi telur asin merupakan sebuah jenis kuliner yang tak bisa bertahan terlalu lama. Telur asin buatannya yang tanpa bahan pengawet cuma dapat bertahan 2 minggu sampai 3 minggu. Apabila lebih dari jangka waktu itu maka telur asin akan mengeluarkan bau tak sedap dan telur asin tak enak dimakan. Telur asin yang sudah begini tidak dapat dijual dan dikonsumsi tapi harus dibuang ke temoat sampah. Rugi. Oleh sebab itu, lebih baik berhenti saja membuka bisnis telur asin. Itulah yang sempat terlintas dalam pikiran wanita ramah ini.

Demikianlah kisah nyata yang panjang dari sebuah perjalanan sukses usaha telur asin yang dijalani Ibu Pinik. Untuk cerita selanjutnya baca artikel berjudul kisah sukses berbisnis telur asin. Terima kasih telah berkunjung ke blog cari peluang usaha baru blogspot.com. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca.