Sabtu, 23 Mei 2015

Sukses Usaha Sambal Pecel Madiun



Sukses Usaha Sambal Pecel Madiun - Telah diceritakan sebelumnya dalam artikel berjudul Sukses Bisnis Sambal Pecel Madiun bahwasanya kesuksesan tidaklah didapat dengan mudah. Berbagai jenis usaha telah dilakukan oleh Kasiyem seperti dagang aneka gorengan, es dawet hingga usaha nasi pecel.Usaha yang pertama dan kedua mengalami kegagalan. Sedangkan pada usaha terakhirlah yang membawa kesuksesan.
 
Sukses Usaha Sambal Pecel Madiun
Sukses Usaha Sambal Pecel Madiun (http://www.tokomesin.com)
Sekarang ini warung nasi pecel yang dijalankan Kasiyem dalam satu hari mampu menjual sepuluh kg sambal pecel. Perlahan-lahan karena pelanggannya semakin banyak membuat wanita cantik ini kerepotan dan kewalahan jika terus menjual nasi pecel. Oleh sebab itu, disebabkan kerepotan, wanita yang selalu tampil menarik ini memutuskan membikin dan berjualan sambal pecel saja.

Pada tahun 1971, wanita berkulit putih ini membuat secara massal sambal pecel madiun dengan cita rasa yang sedap. Untuk memasarkan produknya tersebut dan dapat diterima pasar, Kasiyem membungkus sambal pecel khas madiun dengan kemasan berukuran 2,5 ons hingga 5 ons.

Berjalan waktu, perlahan-lahan lewat mulut ke mulut, sambal pecel khas madiun produksi Kasiyem semakin dikenal banyak orang karena kelezatannya. Mereka yang sudah merasakan akesedapan dan kelezatan sambal pecel madiun buatan Kasiyem akan membuat mereka memberitahukannya kepada orang lain di sekitarnya. Bahkan, para konsumen yang sebagian besar adalah karyawan Perum Pegadaian dan Telkom banyak yang membeli sambal pecel madiun buatan Kasiyem dalam partai besar. Sehingga sambal pecel bikinan ibu lima anak ini semakin populer di masyarakat. Hal ini terbukti dengan dikenalnya sambal pecel madiun buatan Kasiyem hingga di daerah Yogyakarta dan Solo.

Sukses Usaha Sambal Pecel Madiun
Wanita yang periang ini mulai berinisiatif untuk memberikan cap atau label pada kemasan sambal pecel khas madiun yang diproduksinya supaya dikenal lebih banyak orang dan tak ada orang yang menjiplak. Tahun 1990, wanita yang rajin ini mulai memberikan cap atau label pada kemasan sambal pecel bikinannya dengan nama Cap Jeruk Purut. Nama tersebut dipilih karena wanita anggun ini membubuhi sambal pecel buatannya dengan daun jeruk purut supaya memperkuat cita rasa sambal pecel khas madiun buatannya.

Berbekal pelanggan yang semakin banyak dan sambal pecel madiun buatannya dikenal banyak orang membuat ia dipercaya oleh PT Inka untuk memperoleh pinjaman modal usaha sekitar Rp.10.000.000. Modal tersebut dipergunakan untuk mengembangkan dan memajukan usahanya yaitu meningkatkan hasil produksi atau menghasilkan lebih banyak sambal pecel khas madiun untuk dipasarkan.

Usaha tersebut berhasil dilaksanakan yaitu meningkatnya hasil produksi sambal pecel khas madiun. Bersamaan dengan itu perusahaan PT Inka memberikan pinjaman modal usaha kedua sebesar Rp 10.000.000 kepada Kasiyem Roesmadji. Pinjaman modal usaha tersebut yang total sebesar Rp.20.000.000 mampu menghantarkan usaha sambal pecel khas madiun yang dipunyai Kasiyem semakin maju dan berkembang pesat. Penghasilan dari usahanya tersebut terbilang lumayan besar. Dimana mampu mencukupi kebutuhan hidup rumahtangganya bahkan bisa ditabung dalam jumlah besar. Itulah kisah sukses usaha sambal pecel madiun yang dijalani Kasiyem. Untuk cerita selanjutnya baca artikel berjudul : Berbisnis Sambal Pecel Khas Madiun.

2 komentar

Wow, bisa dicoba nih, kebetulan saya asli madiun juga

guile keren banget, ga nyangka ya sambel pecel yang biasa kita makan peluangnya begitu menjanjikan