Jumat, 22 Mei 2015

Bisnis Pengolahan Sampah Plastik Menguntungkan



Bisnis Pengolahan Sampah Plastik Menguntungkan - Telah diceritakan sebelumnya di artikel berjudul Sukses Usaha Daur Ulang Sampah, bahwasanya bermodalkan uang pinjaman dari teman-temannya sebesar Rp. 4.000.000 John Pieter beralih menjadi seorang pengepul dan memindahkan tempat usahanya ke tempat yang lebih representatif yang menyediakan beberapa kamar untuk tempat tinggal para pemulungnya.
 
Bisnis Pengolahan Sampah Plastik Menguntungkan
Bisnis Pengolahan Sampah Plastik Menguntungkan (http://www.globalnews.id)
Karena melakukan suatu kegiatan bisnis sambil kuliah dan mengajar menyebabkan pria penyantun ini kerapkali meninggalkan tempat bisnisnya di Cikutra Kota Bandung. Adapun usahanya ia titipkan pada orang kepercayaannya.

Pada suatu waktu, para pemulung yang sering tidur di tempat usahanya dan sering makan bersama tersebut menipunya dari belakang. Dimana limbah plastik yang telah dibeli dan telah dibayar olehnya ternyata diambil kembali oleh para pemulung secara sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan dirinya. Hal ini membuat modal usaha yang dimiliki John Pieter habis. Jengkel dan kesal sudah pasti dirasakan pria baik hati ini. Tapi ia mencoba bersikap sabar dan tawakal kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kegagalan dalam usaha tidak lantas membuat John Pieter menyerah. Pria murah senyum ini menjadikan kegagalan itu sebagai pengalaman berharga bagi dirinya agar lebih berhati-hati lagi dalam menjalankan roda usahanya. Selepas peristiwa tersebut, John Pieter sangat fokus terhadap usahanya. Oleh sebab itu, kegiatan mengajar yang banyak menyita waktu itu, ia tinggalkan. Pria yang tampan ini hanya meninggalkan tempat bisnis pengolahan sampah plastik pada saat ia kuliah. Sehingga ia total dalam mengelola usaha daur ulang sampah plastik yang sangat menguntungkan ini.

Bisnis Pengolahan Sampah Plastik Menguntungkan
Perlahan-lahan usaha jual beli sampah plastiknya semakin berkembang pesat sehingga ia pun merekrut tiga orang pegawai. Pada akhirnya, pria yang cerdas ini lulus dari perkuliahannya di ITB. Pria yang selalu berpenampilan rapi ini tidak seperti teman-temannya, ia sungguh tak mau mencari kerja dan berprofesi sebagai seorang karyawan di sebuah perusahaan terkenal dengan gaji tinggi sesuai disiplin ilmu yang dipelajarinya saat kuliah di ITB tapi ia lebih memilih mengembangkan usaha pengolahan sampah plastik lebih maju lagi. Sebab menurut suami dari Ninik Maryani ini, menjadi karyawan tidak akan membuat kaya raya. Tapi menjadi seorang pengusaha bisnis pengolahan limbah plastik  bisa membuat seseorang jadi kaya raya. Itulah yang diharapkan dirinya. Sehingga ia fokus pada usahanya tersebut dan menolak bekerja di berbagai perusahaan terkenal dengan gaji tinggi.

Sementara itu, produk yang dihasilkan dari usaha pengolahan sampah plastiknya sangat berkualitas baik. Sebab dari proses pemilahan, limbah plastik tersebut mengalami sejumlah rangkaian proses pembersihan bertujuan menghilangkan berbagai kotoran yang melekat. Kemudian, limbah plastik tersebut dipotong kecil-kecil lalu dipisahkan dengan pemanasan berdasar titik lelehan. Pria yang periang ini sangat bangga usaha pengolahan sampah plastik dapat terus maju sampai sekarang ini.

Dua puluh tahun lebih, John Pieter menekuni bisnis pengolahan sampah plastik sehingga ia lebih memilih menyerahkan roda usaha pengolahan sampah plastik kepada orang-orang pilihannya yang terpercaya untuk dikelola secara baik dan benar. Berbekal hal tersebut, pria yang cekatan ini membuka cabang bisnis pengolahan limbah plastik di berbagai daerah seperti Medan, Makasar dan Banjarmasin. Kemudian hasil produksi di sejumlah daerah itu dikirimkan ke  daerah Bantar Gebang Bekasi Propinsi Jawa Barat yang ia telah membuka cabangnya terlebih dahulu di Bekasi sebagai pusat pengolahan biji plastik.

Kesuksesan usaha yang dijalani John Pieter tak terlepas dari dukungan keluarga dan terutama dari isteri tercinta. Dimana isteri tercintanya yang bernama Ninik turut serta terjun ke lapangan dalam memajukan dan mengembangkan bisnis daur ulang sampah plastiknya. Isteri tercinta sudah 3 tahun mengelola dan memimpin sebuah koperasi yang dapat memberikan suatu kredit modal bisnis bagi warga biasa maupun para pemulung dengan bunga yang kecil sekali. Di koperasi itu, Ninik dan John Pieter seringkali mengadakan kursus gratis tentang entrepreneur atau kewirausahaan kepada para warga sekitar dan para pemulung sampah. Hal tersebut diharapkan para warga dan pemulung dapat naik taraf hidupnya. Itulah kisah sukses bisnis pengolahan sampah plastik menguntungkan yang dijalani oleh pria supel bernama John Pieter.