Selasa, 19 Mei 2015

Sukses Usaha Kecil Telor Asin



Sukses Usaha Kecil Telor Asin - Seringkali orang terkagum-kagum melihat para pengusaha yang telah sukses, wah orang itu berhasil sukses dalam usahanya pastinya enak ya. Padahal orang itu tidak melihat dari kerja keras dan perjuangan usahanya dalam membangun bisnisnya dimana penuh jatuh bangun, pengorbanan, perjuangan keras, penderitaan dan hambatan. Namun mereka mampu melalui dengan sukses. Itulah ciri para pelaku usaha sukses. Mereka bekerja keras sebelumnya dan hasilnya tinggal dinikmati sekarang. Seperti yang dikatakan motivator ternama Mario Teguh bahwa bekerja keraslah anda hari ini jika tidak bekerja keras hari ini maka ketika anda tua maka anda diharuskan bekerja keras. Orang-orang sukses sekarang yang sudah pada tua, mereka bekerja keras sewaktu muda sehingga mereka tinggal menikmatinya di hari tua dengan duduk manis dan uang tetap mengalir banyak.
 
Sukses Usaha Kecil Telor Asin
Sukses Usaha Kecil Telor Asin (http://www.howto19.com)
Suatu waktu saya pernah membaca sebuah koran lokal bahwa seorang kakek tua renta masih berjualan pisang dengan dipikul berjalan dari satu jalan ke jalan lain. Ia sekarang menjajakan pisang di pinggir jalan raya Sumedang. Dalam headline surat kabar itu djelaskan bahwa kakek tersebut seharusnya istirahat di rumah, mengemong anak cucu dengan penuh bahagia alias tidak usaha bekerja keras lagi karena daya upaya dan tenaga sudah berkurang. Tapi kakek ini masih bekerja keras karena sewaktu muda ia tidak bekerja keras alias malas sehingga akibatnya ketika lanjut usia ia harus dipaksa bekerja keras untuk mencari makan dan nafkah untuk diri dan keluarganya.

Keberhasilan dalam setiap usaha tidak mudah. Sudah pasti akan banyak halangan dan rintangan yang akan dihadapi. Dari itulah akan teruji siapa yang menjadi pemenang dan siapa yang menjadi pecundang. Seorang pecundang adalah ketika usaha yang dijalaninya mengalami masalah dan hambatan maka mereka berputus asa dan menyerah. Sedangkan seorang pemenang adalah mereka tetap bertahan terhadap masalah dan hambatan dalam usaha yang menghadangnya. Justeru mereka berpikiran positif dengan mencari jalan keluar dari permasalahan usahanya tersebut. Hal itu pula yang dilakukan oleh wanita cantik bernama Ibu Pinik.

Sukses Usaha Kecil Telor Asin
Ibu Pinik walaupun mengalami penolakan dari pemilik warung dan toko selama dua minggu, ia tetap memilih untuk selalu berpikiran positif. Ia memang putus asa, tapi putus asanya terus dilawan dengan pikiran positif. Ia yakin pada suatu hari telor asin bikinannya akan laris manis dan dikenal banyak orang sebagai makanan kesukaan mereka. Ia harus mewujudkan hal itu tapi bagaimana caranya? Penolakan demi penolakan diterimanya dalam menitipkan sepuluh butir telor asin.

Pikiran positif Ibu Pinik mengalahkan keraguan, keputusasaan dan pikiran negatif dalam pikirannya. Wanita muda ini tetap terus berpikiran positif. Ia terus berkeliling dari satu toko warung ke toko dan warung lainnya hanya untuk menitipkan telor buatannya. Hal itu dilakukannya setiap hari tanpa kenal capek dan lelah. Ia berharap suatu saat ada pemilik toko ataupun warung yang bersedia menerima titipan telor asinnya. Penolakan demi penolakan sudah tidak mempan baginya. Ia terus berjuang agar mendapatkan sebuah toko warung yang bersedia menjualkan telor asin bikinannya. Karena mendapatkan penolakan terus menerus, akhirnya Ibu Pinik berpikir untuk mengubah strategi pemasarannya. Ia kini merubah strategi usahanya dengan berencana menitipkan telor asinnya ke sejumlah warung-warung kecil yang berada di pinggir jalan. Perubahan strategi itu diharapkan dapat berhasil. Hal itu dilakukannya setiap hari.

Akhirnya, waktu terus berjalan, pada suatu hari, seorang pemilik warung kecil di pinggir jalan menerima titipan telor asin produksinya. Hal tersebut membuat hati Ibu Pinik bergembira. Strateginya berhasil. Ia pun menitipkan 10 butir telor asin. Dan seminggu sekali ia mengontrolnya. Setelah dicek satu minggu kemudian ternyata telor asinnya habis terjual. Senang sekali hati Ibu Pinik. Titipan telornya semakin meningkat di warung itu sebanyak 20 butir telor asin untuk satu minggu. Dan ternyata 20 butir telor itu habis terjual dalam waktu satu minggu. Akhirnya peningkatan titipan telor asin di warung tersebut terus ditingkatkan hingga mencapai 50 butir telor asin untuk satu minggu. Dan telur sebanyak itu habis pula terjual dalam 1 minggu. Hati Ibu Pinik berbunga-bunga karena untung yang ia dapatkan lumayan besar dari hanya satu warung. Itulah kisah sukses usaha kecil telor asin yang dialami oleh Ibu Pinik yang pekerja keras dan senantiasa berpikiran positif.