Minggu, 24 Mei 2015

Sukses Usaha Donat Kampung



Sukses Usaha Donat Kampung - Telah diceritakan pada artikel sebelumnya yang berjudul Sukses Bisnis Donat Kampung bahwasanya keberhasilan dalam usaha apapun tidaklah datang secara tiba-tiba alias gratis dari langit. Namun ia harus melalui serangkaian proses. Begitupula yang dialami oleh wanita yang akrab disapa Utami yang telah sukses berbisnis donat kampung. Kesuksesannya didapatkan melalui perjuangan keras walaupun bidang usaha yang ditekuninya tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang didapatnya di bangku kuliah, ilmu administrasi negara.
 
Sukses Usaha Donat Kampung
Sukses Usaha Donat Kampung (http://www.majalahkita.info)


Wanita yang periang ini setelah lulus menempuh pendidikan tinggi di Universitas Brawijaya Fakultas Administrasi Negara, kemudian ia bekerja di sebuah perusahaan sebagai karyawati bagian administrasi. Akan tetapi, hati sanubarinya berbicara lain. Ia lebih mencintai dunia memasak daripada bekerja menjadi seorang pegawai administrasi. Menjadi seorang pengusaha kuliner yang merupakan impiannya akan membuat dirinya bebas finansial dan tidak akan disuruh-suruh lagi oleh bos. Akhirnya, wanita cantik ini memilih keluar dari pekerjaannya dan menekuni bisnis kuliner.

Keputusan nekad yang ia ambil berdasarkan kehendaknya sendiri untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Kemudian pada tahun 2001, wanita yang supel dan ramah ini membuka usaha menjual berbagai macam masakan meliputi kue yang ia bikin sendiri. Modal awal usaha yang ia keluarkan untuk memulai usahanya ini sebesar Rp. 100 ribu. Modal yang terbilang kecil namun dengan keuntungan lumayan tinggi.

Sukses Usaha Donat Kampung
Seiring berjalan waktu, hari berganti hari. Minggu berganti minggu. Dan bulan berganti bulan. Usahanya terus berjalan lancar. Tiba-tiba wanita yang baik dan murah senyum ini mempunyai ide untuk mengkhususkan bisnisnya pada satu macam kuliner atau kue. Setelah dipertimbangkan secara matang, dipilih-pilih jenis makanan yang cocok dan potensial, akhirrnya Utami memilih kue donat sebagai satu jenis makanan yang akan ia jalankan sebagai suatu usaha. Ia beralasan kue donat merupakan makanan jajajan pasar yang sangat disukai dan digemari oleh berbagai kalangan, orang kaya maupun orang miskin dan dari anak kecil sampai orang dewasa.

Adapun donat yang ia buat kemudian diberi nama donat kampung dengan dibanderol dengan harga sebesar Rp.500 per buah. Dikenang masa awal merintis bisnis donat, Utami menyatakan perlengkapan dalam membuat adonan kue donat saat itu seadanya dan dengan modal yang seadanya pula. Seperti dalam pengadukan adonan donat, ia menggunakan mixer biasa. Padahal semestinya menggunakan mixer berukuran besar. Namun kekurangan itu tidak membuatnya berhenti dalam berbisnis kue donat. Ia justeru tawakal kepada Allah SWT atas usahanya tersebut. Ia yakin akan meraih kesuksesan dalam bidang kuliner kue donat.

Dalam satu hari, dengan dibantu oleh seorang karyawan setianya, Utami memproduksi ratusan kue donat. Ratusan kue donat itu kemudian dijajakan di sejumlah sekolah di daerahnya. Perlahan-lahan donat kampungnya semakin digemari banyak anak sekolah. Supaya kue donat buatannya semakin dikenal banyak orang, wanita yang dermawan ini senantiasa ikut serta dalam sejumlah pameran makanan, pameran wirausaha, bazar makanan, dan lain sebagainya yang berlokasi di daerah Jawa Timur.

Itulah kisah wanita bernama Utami yang sukses usaha donat kampung. Untuk kelanjutan jalan ceritanya simak artikel berikutnya berjudul Usaha Donat Kampung Untung Besar.